JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography
NEGARA - fajarbali.com | Bupati I Nengah Tamba  menandatangani nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Tb. Fiki Satari di Griya Bimasakti Denpasar, Senin (7/6/2021) malam.

Penandatanganan MoU disaksikan langsung Menteri Koperasi dan UKM,  Teten Masduki. Penandatanganan MoU tersebut merupakan dukungan Bupati Jembrana terhadap komunitas kreatif dan UKM yang diwujudkan dengan jalinan kerjasama dengan berbagai pihak. Tujuannya untuk menjadikan Jembrana sebagai salah satu kota kreatif.  

Acara  dirangkaiakan dengan pengukuhan pengurus ekonomi kreatif Jembrana  , sebagai Ketua Umum Komite Inovasi dan Ekonomi Kreatif, I Gede Ngurah Patriana Krisna, yang juga Wakil Bupati Jembrana. Tampak juga hadir, Kepala BI Kantor Perwakilan Bali Trisno Nugroho,  Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali Wayan Mardiana, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jembrana I Wayan Suardika serta  pelaku UKM Ekonomi kreatif Kabupaten Jembrana.

Baca Juga :
Rencana Relokasi Tumpukan Sampah TPA Peh, Dewan Lakukan Sidak
Ny. Seniasih Giri Prasta Tinjau Hatinya PKK di Abiansemal


Bupati Tamba mengatakan, melalui MOU akan terbentuk kerjasama saling mendukung dalam rangka pengembangan potensi ekonomi kreatif serta tata kelola ekosistem ekonomi digital. Hal ini untuk  mewujudkan Jembrana sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia. Orang nomor satu di Kabupaten Jembrana ini juga menambahkan, dalam rangka mendukung ekonomi kreatif tersebut, setidaknya terdapat beberapa sektor unggulan daerah.

"Selain  perkebunan dengan komoditas unggulan kakao , potensi kami juga  di  perikanan, kelautan , kuliner serta hasil  pertanian lainnya  .Ini merupakan potensi unggulan Kabupaten Jembrana,"  terangnya. 

Situasi Pandemi covid-19 disadari betul oleh Bupati dan menghadirkan sejumlah tantangan. Kondisi itu ,kata Tamba  memaksa  semua pihak  bekerja  lebih  kreatif, inovatif menciptakan sesuatu dan Jembrana memilki potensi. 

"Dari sisi SDM kita memiliki anak anak muda berbakat. Mereka juga berangkat dari pengalaman kerja di beberapa perusahaan. Karena situasi pandemi, anak anak kami terpaksa pulang kampung. Namun momentum  itu justru melatih mereka jadi tambah  kreatif," ujarnya.

Dicontohkannya, sudah tumbuh Pokdarwis dengan beragam usaha. Pelaku UKM dari kelompok muda juga muncul. "Meski masih perlu  digarap lagi, tapi paling tidak , sudah  ada kegiatan dan  menghasilkan. Tinggal bagaimana memaksimalkan, karena pasar itu harus dikejar, " papar tamba.

Bupati Tamba  sepakat untuk bisa bertahan di tengah pandemi ini, digitalisasi adalah  jawabannya. Kepada  Menkop dan UKM , Ia berharap turun langsung ke Jembrana, melihat potensi maupun kekurangan serta  bersinergi menghadapi tantangan yang dirasakan pelaku UKM.

"Tantangan kami saat ini kurangnya modal dan terbatasnya  pasar. Meski demand (permintaan) banyak , tapi tidak diimbangi dengan supplynya ( barang disediakan)  masih kurang. Gagasan  kami, melalui penerapan  digital marketing ini sehingga jelas  pasar yang hendak dituju. Kalau hanya terbatas di lokal Jembrana dan Bali saja , jelas produk yang dihasilkan UMKM kami tidak akan sampai ," beber Tamba .

Sementara Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengatakan sebagai  daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, Bali mengalami dampak ekonomi yang sangat besar akibat pandemi Covid-19. Satu cara menghidupkan ekonomi di Bali adalah dengan memaksimalkan potensi UMKM di sektor ekonomi kreatif.

"Bali merupakan gudangnya kreativitas yang memiliki akses global. Kewajiban kita untuk membantu perekonomian Pulau Dewata ini untuk bangkit," tandasnya.

Khusus di Jembrana Ia menyebut kakao adalah sektor unggulan. Bahkan dari kunjungannya ke beberapa daerah , kakao terbaik di Indonesia itu Kakao Jembrana. Produknya pun sudah dikemas hingga ke buyer dan   tidak kalah  dengan produk negara-negara eropa. Keunggulan lainnya , kakao Jembrana menurutnya lebih fresh karena mengambil langsung dari petani . Hanya saja , kata Teten kelemahan itu pasti masih ada.

"Masih sulit menjamin kualitas seluruhnya produk sama karena pengolahannya ditiap tempat pasti beda beda . Momentum pandemi ini adalah tantangan , jadi harus berbenah," ujarnya.  Teten berharap daerah harus fokus mengembangkan apa keunggulan domestik agar mampu menjadi lokomotif ekonomi diwilayah itu.

Kakao Jembrana, sebutnya sangat potensial meski sebenarnya masih banyak lagi unggulan disektor pertanian lainnnya. Kakao Jembrana  mampu masuk  industri pengolahan kakao secara digital. Pasar akan terbuka, produk harus ungul dan miliki daya saing agar  UMKM itu bisa masuk pasar industri. Sementara petani kakao, bisa langsung terhubung dengan pabrik pengolahan kakao.

"Saya kira kebijakan pengembangan umkm di jembrana ,sudah tepat. Tadi kita sudah bicara  soal kebijakan perbaikan ekosistem umkm. Mulai dari kemudahan perijinan ,akses pengembngan kewirausahaan, akses pembiayaaan sampai ke market. Akses dari hulu ke hilir inilah nanti kita sama sama benahi," jelasnya. (prm)