JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA
Typography
NEGARA - fajarbali.com | Kedua korban tenggelam di sungai Pecegur di sungai perbatasan Mendoyo Dauh Tukad dan Desa Dangin Tukad Kecamatan Jembrana, semuanya sudah ditemukan. Kejadian korban tenggelam kakak beradik , Gusti Ngurah Komang Suka Suarsana (20) dan Gusti Ngurah Ketut Budiana (17) pada hari Jumat (1/1/2021) saat tahun baru.




Kedua korban asal Banjar Kepuh Desa Mendoyo Daun Tukad tersebut, mandi di sungai dan beberapa kali melompat ke sungai. Tapi naas menimpa kedua kakak beradik itu tenggelam dan tak kunjung muncul kepermukaan. Upaya pencarian tak berhasil sehingga dilaporkan ke pihak aparat setempat dan selanjutnya ditangani tim SAR. 




Upaya pencarian oleh tim SAR berhasil menemukan kedua korban. Jenasah Gusti Ketut Budiana (17) ditemukan tim SAR pada Minggu (3/1/2021) pagi, sedangkan kakaknya Gusti Komang Suka Suarsana (20) ditemukan mengambang di sungai Sabtu (2/12021) siang.



Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Gede Darmada mengatakan korban ditemukan di seputaran posisi kedua korban tenggelam. 

"Ketika tim sudah berada di lokasi, dilihat dari atas ada tubuh mengambang di pinggiran sungai, segera tim turun dan mengevakuasi korban," jelasnya. Pencarian dilakukan oleh Tim SAR dari Basarnas Bali berjumlah 10 orang dengan peralatan selam , sejak pagi hari. Tak lama berselang korban berhasil ditemukan, selanjutnya langsung dibawa menuju rumah duka dengan menggunakan Ambulance SAR Radio 115. "Dengan ditemukannya kedua kakak beradik ini maka keseluruhan korban telah terevakuasi, kami berterimakasih atas kerjasama tim di lapangan," ujar Darmada. 




Sementara itu , tampak di rumah duka, Ni Nengah Narmi (50 ) ibu kedua korban di Banjar Kepuh Desa Mendoyo Daun Tukad, nampak sangat berduka, Minggu (3/1/2021). Dia merasa kehilangan dan terpukul atas meninggal kedua putranya. Dia mengaku tak punya firasat apa-apa sebelumnya, bahkan tak ada pesan dari kedua anak yang dicintainya itu. Sebelumnya, kedua putranya sempat pamit bilang main dan minta bekal 30 ribu rupiah. "Karena saya tidak punya uang karena kerjaan saya hanya majejahitan saya kasi Rp 30 ribu. Saya dengar ada orang tenggelam saya kira awalnya bukan anak-anak saya," ujarnya. Jenasah Gusti Ketut Budiana dan Gusti Komang Suka Suarsana akan diaben 6 Januari 2021 mendatang. (prm).