JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA - fajarbali.com | Ditengah pandemic Covid 19 yang terjadi masih banyak toko yang melanggar Surat Edaran (SE) Bupati Buleleng nomor 26/Satgas Covid-19/V/2020 terkait dengan penetapan jam operasional pasar, toko modern, toko konvensional, warung, pedagang klontong dan pedagang kaki lima yang ditentukan buka jam 06.00 wita hingga 18.00 wita. dengan adanya hal itu Satuan Polisi Pamong Praja (Pol.PP) Kabupaten Buleleng melakukan infeksi mendadak (Sidak) terhadap warung atau toko yang melanggar, Kamis (28/5/2020) malam. 

 

 

Dari hasil sidak yang dilakukan sebanyak empat toko modern yang terpaksa diberikan hadiah Surat Peringatan (SP) lantaran melanggar Surat Edaran (SE) Bupati Buleleng. dari keempat toko yang diberikan Surat Peringatan (SP) yakni dua toko modern  yang ada di Jalan Gempol, Kelurahan Banyuning, Satu yang ada di jalan Ahmad Yani Singaraja serta satu toko JFC yang ada di Jalan Ahmad Yani Singaraja. Selalin empat toko modern yang diberikan SP satu ada beberapa warung kecil namun dalam penindakan yang dilakukan terhadap warung kecil hanya diberikan sebatas pembinaan saja.  Menurut Kasat Pol. PP Kabupaten Buleleng I Putu Artawan saat dikonfirmasi pihaknya mengatakan dalam sidak yang dilakukan terdapat empat toko modern yang diberikan SP satu dan banyak warung kecil diberikan pembinaan.

”Dalam melakukan sidak kemarin kami memberikan terhadap empat toko modern yang melanggar dan semuanya itu sudah kami berikan SP satu. Disamping itu juga kami telah memberikan pembinaan terhadap warung kecil untuk mematuhi Surat Edaran (SE) yang telah dikeluarkan Bupati yakni menutup jam buka hingga pukul 18.00 wita,”jelasnya. Lebih jauh tutur Artawan sebagian toko modern yang melanggar dan telah diberikan SP satu pihak toko mempunyai alasan masih melakukan pengecekan terhadap barang miliknya namun bila ada masyarakat yang hendak berbelanja selalu diladeni.

”Kalau toko modern setelah kami lakukan pendekatan mengaku masih melakukan pengecekan barang. Selalu alasannya seperti itu, pintu warung tetap dibuka dan bila ada masyarakat yang berbelanja tetap dilayani makanya kami tidak menghiraukan alasan yang bersangkutan sehingga kami memberikan SP satu,”tuturnya lagi. Dikonfirmasi apakah akan dilakukan penyegelan? Artawan mengatakan dalam memberikan sansi nantinya akan dilakukan oleh dinas perijinan dimana pihaknya hanya melakukan pembinaan serta hanya bisa memberikan tindakan bila melakukan pelanggar sebatas pemberian Surat Peringatan (SP).

”Kalau masalah tindakan seperti penyegelan bukan ranah kami, itu semuanya dilakukan oleh Dinas Perijinan Kabupaten Buleleng. dimana kami bekerja sesuai dengan SOP bila SP pertama tidak dihiraukan hingga SP tiga kami akan rekomendasi Dinas Perijinan untuk dilakukan penyegelan atau pencabutan ijin dari toko tersebut itu yang dilakukan oleh Dinas Perijinan,”ucapnya. meskipun masih banyak toko modern serta warung kecil yang melanggar SE yang berlaku namun pihaknya menilai kalau sebagian besar toko atau warung yang ada di Kabupaten Buleleng sudah mematuhi terhadap SE yang berlaku.

”Kalau dilihat dari jumlah warung dan toko sudah banyak yang melakukan penutupan yang kami sidak merupakan warung yang membandel. Artinya tingkat kesadaran pemilik warung yang ada di Kabupaten Buleleng sudah cukup tinggi terlihat dari jumlah yang menutup warung dengan yang masih bukak sebagian besar yang tutup lebih banyak dengan mematuhi SE Bupati Buleleng,”tutupnya. (ags).