JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA - fajarbali.com | Ditengah merabaknya virus Corona atau Covid 19 yang terjadi dirasakan perekonomian yang terjadi kian memprihatinkan. Hal itu bukan hanya dirasakan oleh masyarakat menengah kebawah namun juga dirasakan oleh masyarakat menengah keatas.

 

Seperti yang dirasakan oleh warga masyarakat tidak mampu yang ada di Desa Kloncing, Kecatan Sawan Ketut Wijaya. Mereka merasakan kalau perekonomian sangat sulit disaat mewahnya virus Corona atau Covid 19 karena menurutnya ruang lingkup untuk mencari sesuap nasi sangat dibatasi.

”Saya sebagai warga tidak mampu yang kesehariannya bekerja sebagai tukang serabutan dengan keadaan saya sakit seperti ini merasakan sangat sulit mencari sesuap nasi. Disamping kami juga merasakan takut dengan virus, kami juga merasakan tidak mampu hidup ditengah mewabahnya virus mematikan ini,”akunya. Adanya hal itu, Wijaya yang mengaku tidak bisa berjalan normal akibat mengalami kelumpuhan dirinya sangat mengharapkan adanya uluran tangan Gubernur Bali Wayan Koster untuk bisa memberikan pembagian sembako bagi seluruh warga masyarakat.

”Harapan kami ya mohon adanya uluran tangan berupa sembako dari pemerintah utamanya dari Gubernur Bali Wayan Koster untuk semua masyarakat. Sehingga masyarakat yseperti kami tetap bisa menikmati hidup ditengah mewabahnya virus Corona,”akunya. Bahkan Wijaya mengakui selama adanya intruksi pemerintah untuk membatasi keluar rumah dirinya merasakan sangat kesulitan adanya uluran tangan dari para warga masyarakat yang memiliki lebih.

”Biasanya kami dalam seharinya ada saja yang memberikan bantuan seperti makanan dan yang lainnya namun semenjak adanya himbauwan pemerintah akibat virus yang merebak tidak ada orang lain yang memberikan bantuan kepada kami. Dengan adanya itu kami sangat mengharapkan uluran tangan Gubernur Koster,”tutupnya. (ags).