JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA - fajarbali.com | Demi meningkatkan  kompetensi terkait dengan keilmuan dan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG inginkan RSUD Buleleng agar menjadi wahana pendidikan.

 

Hal ini juga nantinya secara otomatis akan menunjang mutu pelayanannya. Hal itu diungkapkan Wabup Sutjidra, saat memberi sambutan pada puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-64 RSUD Kabupaten Buleleng dengan tema ‘Sinergi Menuju Budaya Mutu’ yang hadir bersama dengan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Gusti Ayu Aries Sujati serta Plt Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Ida Ayu Wardhani Sutjidra, Di Ruang Wijaya Kusuma 2, Lantai 4 RSUD Buleleng, Kamis (19/12). Ditemui usai acara, Wabup Sutjidra mengatakan jika ingin meningkatkan mutu pelayanan di RSUD Buleleng, sebaiknya kompetensi SDM ditingkatkan dulu. Selain itu juga, RSUD ditekankan agar dapat menjadi wahana pendidikan untuk mahasiswa fakultas kedokteran yang ada di Undiksha khususnya dalam mengembangkan ilmu kedokteran. Dokter-dokter spesialis yang ada diharapkan dapat menambah wawasan lagi dengan bengambil langkah sebagai konsultan salah satunya.”Jadi tujuannya sangat jelas, menjadikan rumah sakit pendidikan yang memiliki mutu pelayanan berkualitas,”ungkapnya. Jika ada dokter spesialis yang ingin menambah pengetahuan, lanjut Wabup Sutjidra, bisa mengajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) semacam beasiswa melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buleleng. Bagaimana nantinya dokter spesialis ini bisa mengambil subspesialisasinya serta meningkatkan kompetensinya tanpa harus mengeluarkan biaya lagi.”Disini mereka harus bisa meluangkan waktu saja,”tambahnya. Sementara itu, Direktur Utama RSUD Buleleng, dr. Gede Wiartana, M.Kes mengungkapkan apa yang disarankan oleh Wabup Sutjidra tersebut dirasa sangat tepat. Karena jika dokter spesialis tidak dikembangkan menjadi subspesialis, akan setara dengan rumah sakit kelas C dan D. Maka dari itu RSUD harus lebih bermutu dan berkualitas dibanding rumah sakit kelas C dan D agar tetap bisa menjadi rumah sakit rujukan. Tentu strategi seperti itu memberikan pengaruh besar terhadap percepatan peningkatan mutu pelayanan. Jika nanti ada dokter spesialis yang ingin bekerja di RSUD, diharapkan agar bersedia untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.”Itu pakta integritasnya, jadi bersedia untuk melanjutkan pendidikan ke subspesialis,”tutupnya. (ags).