JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

Singaraja - fajarbali.com I Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng kembali menggelar pelatihan tata kelola destinasi pariwisata bagi masyarakat pengelola objek wisata, yang ada di Kabupaten Buleleng.

Pelatihan lebih diperuntukkan untuk masyarakat atau desa yang memiliki destinasi wisata terutama untuk wilayah Kecamatan Seririt, Busungnbiu dan Banjar berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 14, 15 dan 16 Oktober 2019 diikuti 40 peserta di Puri Lumbung, Munduk, Kecamatan Banjar.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Ir. I Nyoman Sutrisna mengatakan, kemampuan sumber daya manusia kepariwisataan dalam mengelola daya tarik pada suatu destinasi memerlukan peningkatan kualitas secara kontinyu, melalui pelatihan-pelatihan kepariwisataan seperti yang dilakukan saat ini.
Menurutnya pengembangan kepariwisataan tidak terlepas dari kompetibel-nya aspek atraksi, aksesbilitas dan amenitas dalam suatu destinasi pariwisata, serta sinkronisasi unsur-unsur yang berpengaruh terhadap tumbuhnya destinasi tersebut membutuhkan kemampuan tata kelola secara baik.
"Terlepas dari itu, Buleleng merupakan kabupaten yang memiliki banyak destinasi wisata yang harus dikembangkan, sehingga harus betul-betul dikembangkan dan dikemas agar bisa menjadi daya tarik pagi wisatawan, tentu mendatangkan income bagi daerah," ujarnya

Kata Sutrisna, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan sumber daya manusia kepariwisataan tentang arah kebijakan umum pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Buleleng . Kemudian, meningkatkan pemahaman tentang Sapta Pesona. Meningkatkan pengetahuan dalam Tata Kelola Destinasi Pariwisata di objek-objek wisata Kabupaten Buleleng .

Selain itu juga, untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta dalam pemasaran industri kepariwisataan. Dan tata Kelola Finansial dan Kontribusi kepariwisataan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Hal tersebut perlu kita lakukan bagi masyarakat yang mengelola objek wisata, atau kelompok sadar wisata. Sehingga dengan diberikannya pelatihan ini dapat membantu baik itu masyarakat atau desa yang mengelola wisata dapat memahami tata kelola pariwisata serta kontribusi nya untuk perekonomian,” ungkap Sutrisna

Dalam pelatihan tersebut, juga menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, seperti Ida Bagus Agung Widana, dani Wayan Mertha, SE, dosen Prodi Destinasi Pariwisata STP Nusa Dua.

Sutrisna berharap, melalui pelatihan tersebut dapat menambah ilmu bagi masyarakat pengelola objek wisata, sehingga dapat meningkatkan tata kelola destinasi kepariwisataan di masing-masing destinasi.
Sekretaris Desa Ringdikit Komang Rody Gunawan yang merupakan salah satu dari peserta pelatihan, menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi desa-desa yang berminat untuk mengembangkan potensi wisatanya. Kemudian, materi yang disampaikan sangat berguna untuk diaplikasikan terutama mengenai manajemen dan sistem pemasaran destinasi wisata di desanya.
“Dengan adanya pelatihan ini desa yang punya destinasi wisata khususnya di desa kami Ringdikit jadi lebih yakin dan percaya diri untuk mengembangkan potensi wisata untuk mendapatkan pemasukan asli desa, sekaligus ikut mensejahterakan masyarakat sekitar. Semoga kegiatan semacam ini bisa terus dilaksanakan karena manfaat nya sangat positif.
Terimkasih kepada Pemkab Buleleng khusus nya Dinas Pariwisata yang sudah memfasilitasi pelatihan ini,” ucapnya. (Sud)