JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA – fajarbali.com  I Bendungan Titab merupakan bendungan terbesar di Pulau Bali. Disamping fungsinya sebagai saluran irigasi, cadangan air baku, pembangkit tenaga air (PLTA) mikrohidro dan perikanan, Bendungan Titab juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik  wisata terutama sepanjang aliran sungai Saba dengan  terasering sawah dan pemandangan alamnya  yang sangat eksotis dan mempesona,

Greenbelt atau sabuk hijau untuk penyangga bendungan Titab, kondisi eksitingnya masih sangat perlu dihijaukan dengan berbagai tanaman pohon penyangga namun tetap dapat berproduksi menghasilkan bagian bagian tanaman yang berguna bagi masyarakat atau bernilai ekonomis terutama pada sisi tebing dan bantaran sungai yang masih rawan longsor guna pengurangan dan peniadaan masuknya material-material kesungai  yang mengakibatkan terjadinya sedimentasi pada bendungan.

 

 

Untuk meningkatkan daya dukung lingkungan  Waduk Titab dapat  menjalankan fungsinya secara berkelanjutan, Minggu (25/8) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Kelompok Sadar Lingkungan Daerah Aliran Sungai dan Pertanian ( Pokdarlingtan) Kawasan  Waduk Titab  bersama komponen masyarakat sekitar  secara serentak  melakukan gebyar penanaman  bibit tanaman langka seperti, Gaharu, Manggis , Durian, Jambu,  Kelapa Genjah, dll. di kawasan tersebut.  Untuk diketahui bersama, Pokdarwis dan Pokdalidastan ini adalah merupakan hasil  binaan Tim Pengusul PKW- Pemkab yakni kolaborasi apik antara Universitas Ganesha dan Universitas Panji Sakti  yang bersinergi dengan Pemerinath Kabupaten Buleleng dalam Program Pengembangan Waduk Titab menjadi Kawasan Wisata Tirta dan Rekreasi.

Ketua Tim Pengusul Program Kemitraan Wilayah (PKW-Pemda)  Gede Eka Budi Darmawan, S.Pd, M.Or  yang didampingi anggotanya  Dr, Made Agus Wijaya, S.Pd di sela-sela pelaksanaan gebyar penanaman bibit tanaman langka tersebut mengungkapkan bahwa kesadaran dan kepedulian masyarakat Kawasan terhadap lingkungan hidup untuk menjaga keberlanjutan dari fungsi waduk Titab  perlu ditingkatkan. “ Untuk itu pada kesempatan ini kami secara serentak mengajak anggota Pokdarwis dan Pokdarlingdastan serta masyarakat sekitar waduk melakukan penanaman pohon tanaman langka disekitar area waduk dan sekitarnya,” imbuhnya.

Ditambahkannya, penanman pohon tanaman langka disamping punya fungsi konservasi juga diharapkan akan menjadi daya tarik tersendiri nantinya bagi para wisatawan. “ Hal yang paling penting, dalam pengembangan potensi desa, agar tetap menjaga sapta pesona tanpa merusak lingkungan disekitarnya.  Adanya tanaman langka di kawasan waduk dipadukan dengan program penagkaran satwa langka yang dikembangkan masyarakat di kawasan Desa Ringdikit diharapkan  berpengaruh postif terhadap daya dukung obyek wisata buatan Waduk titab dan  akan menjadi paket paket pilihan menarik bagi para wisatawan yang berkunjung di daerah ini,” pungkas Eka Budi. (Sud)