JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA-fajarbali.com | Peringatan HUT ke-72 Koperasi menjadi momentum bersama untuk menyiapkan diri dan menyiapkan bekal sumber daya yang handal dalam mensikapi tantangan kekinian yakni era digitalisasi 4.0. Tantangan baru yang dihadapi oleh perkoperasian, tidak hanya mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan tekhnologi informasi semata.

Persoalan mindset  menjadi tantangan baru pula dan perubahan dalam sistem tata kelola yang kini menuntut berbasis digital. Hal ini di ungkapkan langsung Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Pengadaan Setda Buleleng, Ni Made Rousmini, S.Sos. pada Puncak Acara Peringatan Hut Koperasi Ke-72, yang bertempat di gedung Laksmi Graha, Senin (29/7) lalu.

Rousmini menegaskan, Koperasi harus bisa mengikuti perkembangan teknologi. Generasi masa kini sangat erat berhubungan dengan kecanggihan teknologi, sehingga peran koperasi yang dikenal, cenderung konvensional tidak lagi menjadi pusat perhatian generasi masa kini.”Maka dari itu, inovasi dalam kehidupan berkoperasi di Buleleng sangat diperlukan mengingat saat ini telah lahir pinjaman berbasis online yang sangat mudah dan cepat diakses para nasabah,” ungkap Rousmini.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Buleleng Drs. Dewa Made Sudiarta sangat optimis akan kemajuan Koperasi di Buleleng. Meskipun baru satu minggu mengemban jabatan Kadis, Sudiarta sangat apreasiasi Perkembangan Koperasi di Buleleng.”Sejauh ini saya belum melihat ada permasalahan pada koperasi-koperasi yang ada di Buleleng, sehingga beberapa koperasi yang berprestasi akan diberikan penghargaan,”tutur Sudiarta. Era digitalisasi ini diakui Sudiarta jadi tantangan terbesar Koperasi di Buleleng, melihat masyarakat menuntut proses pinjaman yang cepat dan mudah di akses.

”Kesiapan koperasi tidak hanya sistem pengelolaan yang berbasis digital semata, namun juga didukung dengan keahliaan SDM,”tambah Sudiarta. Tantangan tidak membuat Koperasi untuk mundur ke belakang dan memilih sistem gaya lama yang berbasis konvensional.”Melainkan, mulai untuk memutahkirkan sistem yang ada dan tidak lupa tetap berpacu sesuai norma dan aturan serta asas perkoperasian yang ada,”tutup Sudiarta. Pada Puncak Peringatan kemeriahan HUT ke-72 Koperasi ini dihadiri pula oleh Forom Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda) Kabupaten Buleleng dan beberapa Kepala SKPD lingkup Pemkab Buleleng. (ags)