JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA-fajarbali.com | Pembangunan Pasar Darurat Banyuasri Singaraja kini para pedagang yang ada di Pasar Tumpah bakal segera dilakukan relokasi.

Hal itu menyusul akan dilakukan pembangunan los pasar darurat. Dimana lokasi Pasar Tumpah tersebut akan dibangun los pasar darurat sebelum dilakukan pembangunan terhadap Pasar Banyuasri Singaraja. Bahkan sebelum dilakukan pembangunan darurat nanti para pedagang yang menempati pasar tumpah akan segera dilakukan relokasi ke lambung sebelah Timur Pasar Banyuasri Singaraja.

Dalam pelaksanaan relokasi teraebut pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar nanti akan melakukan relokasi sebanyak 434 pedagang pasar tumpah. Dalam pelaksanaan relokasi terasebut akan dilaksanakan 19 mei mendatang. Relokasi ini molor dari jadwal sebelumnya karena kesibukan aktifitas pasar bersamaan dengan Hari Raya Pagerwesi Rabu (15/5/2019).

Di lambung barat tersebut, Dinas Perindustrian Perdagangan (Disdagprin) Buleleng membangun los pasar darurat sampai di ruas Jalan Samudra, Singaraja. Los dan rumah toko (ruko) yang dibangun ini nantinya ditempati oleh ribuan pedagang yang sekarang berjualan di Pasar Banyuasri. Pemerintah Daerah kemudian merevitalsiasi pasar yang lama tersebut menjadi pasar semi moderen pertama di Bali Utara. Pembangunan ini disepakati dengan skema tahun jamak selama dua tahun ke depan.

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Buleleng Made Agus Yudi Arsana, Rabu (15/5) mengatakan, sesuai perencanaan di mana rekanan akan mulai membangun pasar darurat mulai 16 Mei 2019 ini. Sesuai target itu, rencannaya pedagang pasar tumpah dipindahkan ke lambung timur mulai 14 Mei 2019 lalu. Akan tetapi, karena hari itu bersamaan dengan Hari Raya Pagerwesi di mana aktifitas pasar akan ramai, sehingga pemindahan itu terpaksa diundur. Ditargetkan pedagang pasar tumpah sebanyak 434 orang harus sudah menempati lokasi berjalan yang baru di lambung timur pada 19 Mei 2019 ini.

Dibandingkan di lambung barat, lokasi yang baru ini diperkirakan lebih sempit. Menghindari pedagang yang tidak dapat ditampung, ukuran kios yang akan disiapkan itu disamakan yaiut 1 meter kali 1,5 meter persegi. Meskipun ukurannya tergolong sempit, namun Yudi Arsana berharap pedagang memahami kondisi ini, sehingga tidak terjadi masalah serius.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng Gede Gunawan, AP mengatakan, aktifitas terminal sudah dipindahkan ke Terminal Barang Ahmad Yani Barat. Di terminal ini dijadikan lokasi parkir armada Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sedangkan untuk armada angkutan kota (angkot) ditampung pada bahu Jalan Ahmad Yani mulai jembatan Banyuasri ke timur smapai depan Koramil Buleleng."Aktifitas angkutan umum dan ini sudah diatensi para kepala terminal dan kalau soal pemanfaatan itu kewenangan PD Pasar, Disdagprin, dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng,"jelasnya. (ags)