JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA-fajarbali.com | Terkait dengan beberapa proyek yang dalam pengerjaannya molor akibat beberapa alasan para kontraktor sepertinya mendapatkan perhatian penuh dari DPRD Kabupaten Buleleng.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Buleleng Putu Mangku Budiasa mengharapkan agar pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menindak tegas para kontraktor nakal yang kerap mengerjakan proyek di Buleleng molor alias malas. Bahkan Budiasa mengharapkan agar pemerintah daerah bisa menerapkan sanksi blacklist kepada para kontrak tor nakal.

”Di Buleleng sering sekali kami menjumpai para kotraktor yang mengerjakan proyek molor. Hal ini diakibatkan malesnya para kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan dan hal ini sangat perlu disikapi betul agar hal ini jangan dipakai permainan. Dan jujur ini pemerintah kita terlalu lunak. Pemerintah harus berani memberi sanksi blacklist agar kontraktor tidak bisa ikut tender,” kata Mangku Budiasa beberapa hari yang lalu.

Menurut Mangku, sanksi serupa juga harus diberikan kepada konsultan pengawas karena dinilai lemah melakukan pengawasan. Mangku kecewa melihat sejumlah proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkab Buleleng banyak yang alami keterlambatan dalam pengerjaan.

Beberapa yang disoroti seperti pembangunan jembatan Batupulu, pembangunan revitalisasi pasar desa Busungbiu, serta paket pelaksanaan proyek di rumah jabatan Bupati.”Dari informasi lapangan dan pemberitaan media ada proyek yang harusnya pelaksanaan sudah 76 persen namun faktanya baru 26 persen, ini pengawas lemah, sehingga untuk memberi efek jera ya harus ditindak tegas,” jelasnya.

Mangku Budiasa akan memanggil sejumlah OPD terkait yang memantau proyek-proyek yang alami keterlambantan pembangunan. Dewan akan meminta data secara valid kepada pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buleleng, Supartha Wijaya membantah tidak berani member sanksi kepada kontraktor bermasalah. Dinas PUPR telah memutus kontrak terhadap salah satu perusahaan yang mengerjakan senderan jalan Sekumpul –Lemukih –Yeh Ketipat dan sekumpul -Galungan yang membangun senderan di ruas jalan itu. Nilai kontrak Rp.302. 800.000 yang dilaksanakan oleh CV Arya Dewata, dengan masa pelaksanaan 120 kalender.

”Sesuai dengan aturan dalam kontrak dan perpres, kontraktor diberikan kesempatan 50 hari kalender. Namun sampai masa tenggat pengerjaan, pekerjaan juga tidak selesai sehingga dilakukan pemutusan kontrak terhadap paket pekerjaan itu,”terang Supartha Wijaya. (ags)