JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA-fajarbali.com | Akibat banyaknya piutang yang dimiliki pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singaraja kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)  sangat berpengaruh pada Cash Flow terhadap rumah sakit.

Piutang yang masih perlu ditagih pihak rumah sakit kepada BPJS sebanyak Rp 21 Milyar lebih dari tahun 2014 hingga Agustus 2018. Piutang tersebut untuk ditahun 2018 awal hingga bulan Agustus pihak BPJS mempunyai utang kepada rumah pihak RSUD Singaraja sebesar Rp 18 milyar 456 juta sedangkan tunggakan obat yang belum terbayar oleh pihak BPJS dari tahun 2014 kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah 9RSUD Singaraja sebesar Rp 3 milyar.

Menurut Humas RSUD Singaraja I Ketut Budiantara saat dikonfirmasi membenarkan terkait tingginya tunggakan yang belum terbayarkan oleh pihak BPJS kepada pihak RSUD yang mengakibatkan hal itu menjadikan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan serta kesejahtraan buat rumah sakit itu sendiri. ”Memang pihak BPJS setelah kita lakukan kros cek ternyata sangat besar sekali tunggakan yang belum dilakukan pembayaran kepada pihak RSUD sehingga hal itu sangat berpengaruh keberlangsunganpelayanan yang ada di RSUD Singaraja,” terang Budiantara.

Besaran tunggakan yang sampaikan oleh pihak RSUD Kabupaten Buleleng ini, merupakan tunggakan yang telah diberikan umpan balik dari BPJS dan menunggu pembayaran dari BPJS. Tunggakan BPJS kepada RSUD Buleleng yang mencapai Rp 21 milyar lebih merupakan pembayaran jasa pelayanan kesehatan dan pembayaran obat yang digunakan oleh pasien BPJS. ”Tunggakan secara keseluruhan ini merupakan tunggakan yang seharusnya dibayarkan pihak BPJS terkait jasa pelayanan kesehatan serta biaya obat yang telah dipakai oleh para pasien pengguna BPJS,” tambahnya.

Besarnya tunggakan BPJS hingga saat ini belum mempengaruhi pengadaan stok obat dan pelayanan kesehatan di rumah sakit umum.”Kalau kita lihat secara matang sebenarnya dengan adanya tunggakan yang dilakukan pihak BPJS terhadap rumah sakit namun hal itu tidak begitu berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan serta stok obat yang dimiliki pihak RSUD Singaraja,” pungkasnya. (ags)