JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography
SINGARAJA - fajarbali.com | Harapan pemerintah untuk menyeimbangkan pembangunan antara Bali Utara dengan Bali Selatan dengan melakukan pembangunan jalan lintas baru atau jalan baru Singaraja-Mengwitani atau yang lebih dikenal dengan jalan Shortcut sangat didambakan oleh masyarakat luas. Lantaran dengan pembangunan jalan baru itu nantinya keseimbangan pembangunan antaran Bali Utara (Buleleng) dengan Bali Selatan dapat dilakukan dengan baik seperti dibidang sector pariwisata, pertanian dan pemerataan pembangunan.


Namun ditengah pembangunan jalan baru itu sepertinya belum bisa dilaksanakan dengan optimal lantaran pengerjaan terhadap jalan baru Singaraja-Mengwitani belum mampu dituntaskan sehingga hal itu diharapkan menjadi pekerjaan yang proritas yang dilakukan pemerintah Provinsi Bali utamanya Gubernur Bali Wayan Koster bersama dengan semua pemerintah daerah.
Hal itu diungkapkan Wayan Parta seorang sopir pariwisata yang biasanya mengantar wisatawan yang akan berlibur ke Buleleng dirasa sangat sulit lantaran jalan pantura Singaraja-Denpasar sering dijumpai mengalami kemacetan. Terlebih, bila memasuki musim libur, jalan yang menghubungkan Denpasar dan Singaraja tepatnya di kawasan Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada sering dijumpai kemacetan hingga beberapa kilo.
”Jalan ini sangat padat. Bila kami mengantarkan wisatawan yang akan berlibur ke Buleleng kami sering kejebak kemacetan utamanya disaat hari libur hal ini tentunya membuat kami sebagai seorang sopir terlebih wisatawan yang kami antar merasa tidak nyaman,”akunya dijumpai dikawasan Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada saat terjebak kemacetan yang panjang, Minggu (9/8/2020) lalu.
Lebih jauh Parta mengakui bila dirinya tidak ingin terjebak kemacetan dirinya sering menawarkan untuk berangkan dari Denpasar menuju Singaraja dipagi hari namun hal itu sebagian besar para wisatawan yang akan dihantar tidak berkenan lantaran masih gelap tidak bisa menikmati pemandangan sepanjang jalan.”Kalau kami jadi sopir mengharapkan agar tidak ada kemacetan kami bisa berangkat pagi sebelum matahari terbit namun setelah kami tawarkan sebagian besar para wisatawan tidak mau karena tidak bisa menikmati perjalanan,”imbuhnya.
Dengan adanya hal itu, pihaknya sangat mengharapkan kepada pemerintah daerah dan pemerintah Provinsi Bali utamanya Gubernur Bali Wayan Koster agar bisa segera menyelesaikan pembangunan jalan baru yakni jalan Shortcut atau jalan baru Singaraja-Mengwitani karena dengan jalan tersebut mampu mengurai kendaraan yang melintas di jalan Singaraja-Denpasar dan kemacetan tidak terjadi kembali.
”Kalau saya bisa mengharapkan agar pembangunan terhadap jalan baru Singaraja-Mengwitani segera bisa dituntaskan sehingga tidak ada lagi dijumpai kemacetan yang terjadi dan para wisatawan nyaman untuk berlibur baik ke beberapa tempat yang ada di Bali utamanya di Buleleng,”tutupnya. (ags).