JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA - fajarbali.com | Seorang sopir kapal boat bernama Minardi (50) warga masyarakat yang berasal dari Lingkungan Arum Timur, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana harus menghembuskan nafas terakhir di dermaga Pulau Menjangan, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak lantaran saat akan bersandar kapal boat miliknya dihantam ombak besar sehingga korban yang saat itu mengemudikan kapal boat miliknya dengan mengajak penumpang itu tidak bisa menguasai kapalnya sehingga terbalik dan korban terbentur di beton dermaga sehingga korban tewas dilokasi kejadian, Selasa (28/7/2020) sekitar pukul 20.00 wita.

Menurut Kepala Pos SAR Buleleng, Dewa Putu Hendri Gunawan dikonfirmasi Rabu (29/7/2020)  mengatakan, korban mulanya hendak mengantar rombongan pemedek sebanyak 18 orang, yang dibagi dalam dua kapal ke Pulau Menjangan. Salah satu kapal dinahkodai oleh korban Minardi.”Ia memang betul kejadiannya disaat korban mengantarkan pemedek dari Pulau Menjangan. Dimana pemedek berjumlah 18 orang itu dibagi dua kapal salah satunya kapal korban,”tuturnya. Dimana menurutnya korban menghantarkan pemedek dan saat itu korban berhasil mengantarkan pemedek dengan selamat di Pulau Menjangan. Setelah para pemedek turun, korban Minardi kemudian berniat untuk memperbaiki posisi jukungnya. Namun naas, saat hendak memperbaiki posisi jukungnya, ombak besar tiba-tiba datang, dan menghantam jukung miliknya hingga terbalik.

”Mungkin korban tewas akibat terbentur body jukungnya dan dermaga. Korban sempat ditolong oleh rekannya, namun kondisinya sudah tidak sadarkan diri, hingga akhirnya meninggal dunia. Jenazahnya sudah dievakuasi oleh Pol Air Pos Teluk Terima, pada Selasa malam, dan sudah berada di rumah duka,”terang Hendri.

Terus pemedeknya? Dirinya menuturkan kalau pemedek yang melakukan persembahyangan lalu dilakukan evakuasi keesokannya, Rabu kemarin.”Pemedeknya baru tadi pagi dilakukan evakuasi karena saat kejadian mau dilakukan evakuasi namun ditolak pemedeknya lantaran gelombang besar dan semuanya sudah diantar untuk pulang,”tutupnya. (ags).