JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR-Fajar Bali Bencana demi bencana masih membuntuti Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah kejadian geMpa bumi di tanah air. Selama Agustus 2019, terdapat 52 kali gempa bumi di atas magnitudo 5 SR. Tidak hanya itu, Indonesia secara beruntun mendapatkan ujian berat dengan terjadinya bencana mulai dari erupsi Gunung Agung, gempa bumi Lombok, gempa dan tsunami Palu Sigi dan Donggala, hingga tsunami di Selat Sunda. Bencana alam atau ancaman kesehatan bisa terjadi dimanapun dan kapanpun. Terlebih Indonesia adalah negeri yang rawan bencana. Dalam skenario bencana, umat manusia sebagai pihak yang paling menderita karena berpotensi kehilangan harta dan keluarga, namun umat manusia juga menjadi aktor utama dalam penanganan bencana. Dalam sambutannya pada apel memperingati HUT ke-74 PMI, Ketua PMI Provinsi Bali Gusti Bagus Alit Putra menyampaikan masyarakat Indonesia perlu bersahabat dengan bencana dengan mengenali bencana itu sendiri. “Tujuannya agar bisa menghadapi bencana, selamat, dan dapat melanjutkan kehidupan kembali,” jelas Alit Putra di markas PMI Provinsi Bali, Selasa (17/9) kemarin. Menggusung tema “Kita tangguh indonesia maju”, PMI mengajak masyarakat dan pemerintah untuk membangun ketangguhan dalam menghadapi bencana. PMI Provinsi Bali sebagai organisasi, berkomitmen penuh untuk tetap bersama masyarakat dan pemerintah membantu membangun ketangguhan dalam penanggulangan bencana. "Keinginan ini hanya bisa diwujudkan melalui komitmen tinggi antara pemerintah, pemangku kepentingan, lembaga kemanusiaan, dan yang terpenting masyarakat untuk secara bersama-sama melakukan dan mendukung usaha-usaha pengurangan resiko bencana. Sinergitas antara kesungguhan masyarakat, kebijakan pemerintah, dan komitmen organisasi kemanusiaan dalam menggerakkan usaha-usaha pengurangan resiko bencana tentu akan melahirkan ketangguhan dalam menghadapi bencana. Ketangguhan di masyarakat sebagai hal yang utama dan juga ketangguhan organisasi kemanusiaan agar tetap bisa berkelanjutan," ungkapnya. Pelaksanaan apel melibatkan partisipasi dari jajaran pengurus, staff, dan relawan serta undangan dari lintas sektor terkait. Dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Donor Darah Sukarela (DDS) 75 kali atau lebih, penyerahan penghargaan terhadap staff PMI Provinsi Bali yang telah berpulang kepada keluarga, peresmian gedung pelaksanaan uji kompetensi penanggulangan bencana (PM) PMI Regional Indonesia Timur serta kegiatan donor darah oleh staff PMI Provinsi Bali dan relawan. "Melalui peringatan HUT ke-74 ini, PMI berkomitmen penuh untuk tetap bersama masyarakat dan pemerintah membantu membangun ketangguhan. Masyarakat tangguh, pemerintah tangguh, PMI tangguh, maka bencana tidak akan menghambat gerak laju kemajuan bangsa dan negara, Indonesia maju karena kita tangguh," pungkas Alit Putra. (wyn)