JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK

Cagub Bali dari Partai Golkar I Ketut Sudikerta (SGB) memperhitungkan pendamping yang memiliki suara riil, selain nama Rai Mantra dan Pasek Suardika, elektabilitas anggota DPD RI Arya Wedakarna juga diperhitungkan. Hanya saja dirinya mengaku masih memilih yang tepat.  

 

DENPASAR-fajarbali.com | Sebelumnya Ketua DPD Golkar Bali Ketut Sudikerta dikabarkan menggandeng Waketum Partai Hanura Gede Pasek Suardika (GPS) menjadi tandemnya pada Pilgub Bali 2018, dengan nama pasangan calon (paslon) Kerta-Pasek, untuk menghadapi paslon usungan PDI-P, Wayan Koster dan Cok Ace (KBS-Ace).

Tak ayal, jagat maya dipenuhi postingan bergambar paket Kerta-Pasek dengan jargon ‘Koalisi Bali Dwipa Jaya’. Sumber internal DPD Hanura Provinsi Bali, Selasa (14/11/2017) menyatakan, paket Kerta-Pasek sudah final, hanya menunggu deklarasi.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon, Gede Pasek Suardika (GPS) berkelit dengan jawaban khasnya, tidak meng-iya-kan, maupun mementahkan. “Politik itu ibarat angin puting beliung yang terus berputar hingga akhir pendaftaran,” tulisnya.

Nama GPS memang mencuat beberapa bulan terakhir sebagai tandem SGB. Terlebih pascapertemuan tertutupnya, Minggu (12/11/2017) malam, di kediaman SGB. 

Ditemui di Desa Pecatu, Badung Selatan, SGB memaparkan sampai detik ini masih mencari figur yang pas sebagai pendampingnya. Sejauh ini, ia mempertimbangkan tiga nama, yakni Arya Wedakarna, Rai Mantra dan GPS. “Belum saya tentukan, masih nyari-nyari yang tepat,” kata dia.

Elektabilitas AWK, nampaknya menjadi perhatian serius SGB. Kendati dicap sosok kontroversial, AWK adalah peraih suara terbanyak Pemilu 2014 yang sukses membawanya menjadi anggota DPD RI dapil Bali. AWK mempunyai suara riil yang layak diperhitungkan melawan kekuatan KBS-Ace.

Sedangkan skenario SGB memilih Rai Mantra sebagai wakilnya, dipastikan berjalan alot. Lantaran, kedua sosok itu sejauh ini masih saling ngotot duduk di posisi calon Bali satu di lingkaran Koalisi Rakyat Bali.  

Dikonfirmasi terpisah, IGN Arya Wedakarna mengaku menghormati proses di partai koalisi yang sedang berlangsung. Dirinya juga mengapresiasi atas pihak yang mempertimbangkan dirinya menjadi salah satu tandem Sudikerta. Yang penting, lanjut Wedakarna, harus ada kesamaan visi dan misi.

“Saya sangat apresiasi jika nama saya dipertimbangkan menjasi salah satu calon tandem. Tentu nanti harus ada kesamaan visi dan misi,” bebernya. (gde)