JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK

Pasca keluarnya rekomendasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dari PDIP yakni Wayan Koster didampingi Cok Ace, pihak DPC PDIP di daerah menyambut dengan menjanjikan kemenangan. Tak terkecuali DPC PDIP di Gumi Panji Sakti. Bahkan menarget kemenangan 70 persen untuk KBS-ACE.

 

SINGARAJA-fajarbali.com | Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna. Menurut Supriatna kemenangan yang diraih KBS-ACE di Kabupaten Buleleng sudah pasti. ”Ya kalau kita lihat, untuk di Kabupaten Buleleng kemenangan KBS-ACE sudah pasti. Melihat dengan hasil prolehan suara pada Pilkada Buleleng yang lalu ya kami cukup pasang persentase 70 persen,”kata pria yang akrab disapa Supit itu.

Meskipun dalam penetapan KBS-ACE sebagai calon dari PDI P setelah turunnya rekomendasi dari DPP PDI P namun hingga kini untuk di Kabupaten Buleleng belum ada kejelasan siapa yang bakal menjadi kompetitor yang ditunjuk.

”Meskipun belum ada kompetitor namun kami berani memasang target 70 persen kemenangan KBS-ACE di Kabupaten Buleleng,”imbuhnya.

Lebih jauh tutur Supit, keyakinan akan kemenangan KBS-ACE didasari atas calon yang diusung adalah putra Buleleng yakni Wayan Koster. Dengan munculnya calon dari Buleleng, dipastikan masyarakat Buleleng pasti memilihnya.

“Kalau kita lihat masyarakat Buleleng pasti bakal memilih calon yang berasal dari daerahnya sendiri guna bisa memperjuangkan daerahnya sendiri,”yakinnya.

BACA JUGA:

Dikonfirmasi dengan tingginya angka golput? Supit mengaku dengan telah diberikan rekomendasi seorang putra asal Buleleng dirinya yakin kalau nanti pada pelaksanaan Pilgub 2018 mendatang partisipasi masyarakat untuk bisa memilih gubernur pasti akan tinggi sehingga angka golput yang dilihat tinggi pada Pilkada Buleleng lalu akan bisa ditekan.

”Saya rasa angka golput yang kita lihat pada Pilkada Buleleng tinggi bisa ditekan dengan adanya calon gubernur yang berasal dari Buleleng,”bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Keputusan PDIP dalam memberikan rekomendasi Pilgub Bali kepada Pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Ardhana Artha Sukawati (KBS-Cok Ace) dinilai sangat tepat. Pilihan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri tersebut akan membuat PDIP akan semakin solid dan mampu memenangkan Pilgub Bali 2018 mendatang. Terlebih, Megawati memiliki insting politik selalu tepat.

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Ngurah Rai Denpasar Luh Riniti, Pasangan KBS-Cok Ace tersebut sudah memiliki persiapan lebih awal. Bahkan, sebelumnya pasangan tersebut digadang-gadang akan mudah mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP. Hal ini terbukti dengan diumumkannya rekomendasi pada 11 November lalu.

Dilihat dari figur, kedua tokoh tersebut cukup dikenal oleh masyarakat. Mengingat, sama-sama bersosialisasi ke masyarakat. Khusus untuk Koster, tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, dia merupakan peraih suara terbesar sebagai anggota DPR RI. "Koster memiliki  basis massa riil pendukungnya sebagai legislator," katanya, Minggu (12/11/2017).

Sejatinya, mesin partai sudah cukup lama dipanaskan. Internal dan kader PDIP mulai dari DPD hingga DPC juga cukup solid dalam mengawal kantong-kantong suara. Bukan hanya Pilgub, hal ini juga akan berimbas Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. "Kalau tidak, bisa dievaluasi pencalegannya nanti di pileg 2019. Ibaratnya balapan mobil, tinggal tancap gas saja. Tidak lagi banyak perlu persiapan membeli onderdil lagi," tandasnya.

Begitu pula dengan Cok Ace yang saat ini menjabat sebagai Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali. Pria yang mantan Bupati Gianyar dua periode ini juga optimis mendapat dukungan dari masyarakat Gianyar akan all out untuk memenangkannya dengan basis puri dan pendukungnya dari kalangan pariwisata. Mereka punya harapan untuk memajukan pariwisata Bali. Maka dari itu, dengan modal tersebut sudah cukup dan teruji. "Kita lihat lawannya nanti siapa yang akan diusung lawannya lewat Koalisi Rakyat Bali," tandasnya. (ags)