JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK

Tampaknya sampai saat ini, Paket  Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Dharma – Kerta)  masih terus tarik ulur. Pasalnya, beberapa partai yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB) selaku pengusung masih berbeda pendapat soal posisi.

 

DENPASAR-fajarbali.com | Secara terang-terangan, Partai Demokrat, Gerindra, dan NasDem secara blak-blakan meminta agar Rai Mantra bisa di posisi Bali I. Partai-partai tersebut mengklaim, jika dari hasil survei yang ada Rai Mantra memiliki tingkat elektabilitas lebih tinggi.

Sedangkan Golkar, tetap menginginkan Ketut Sudikerta sebagai Calon Gubernur. Mengingat, rekomendasi DPP Partai Golkar sudah memberikan rekomendasi kepada Sudikerta Gubernur Bali (SGB). Di samping itu, dilihat dari perolehan suara di DPRD Bali yakni 11 Kursi, memang sepantasnyanya Golkar menempatkan calon di posisi nomor satu.

Sekretaris DPD I Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry saat ditemui di ruangannya mengatakan, seluruh jajaran partai menyerahkan sepenuhnya kepada SGB selaku calon. 

BACA JUGA:

Sudikerta dan Rai Mantra Diminta Berunding Soal Posisi

“Rekomendasi DPP juga bunyinya begitu, memberikan kewenangan pada Pak Sudikerta. Kami harus mendukung bersama pengurus Golkar dari DPD, kecamatan dan desa, mendukung keputusan Pak Sudikerta,” katanya, Senin (13/11/2017).

Terkait wacana Paket SGB-GPS (Gede Pasek Suardika), pria yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini enggan berkomentar banyak. Menurutnya, internal partai tak mau memberikan opini terkait hal tersebut sehingga nantinya akan membingungkan Sudikerta.

Makanya, Partai Golkar tak mau tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Masih banyak hal yang menjadi pertimbangan dalam memutuskan. Terlebih, pendaftaran Pasangan Calon pada Pilgub Bali 2018 masih jauh yakni Bulan Januari 2018. 

“Kami ingin Pak Sudikerta fokus dalam negosiasi, kami tidak mau mencampuri. Pelakunya kan beliau langsung,” tandasnya.

Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng ini menambahkan, pada dasarnya hanya DPP yang bisa memberikan pertimbangan kepada Ketut Sudikerta. Jadi, apapun masih bisa terjadi. Bahkan, soal koalisi dengan partai lain juga masih terbuka. Namun, perlu ada kajian terlebih dahulu.

“Cuma siapa mereka dengan cara apa itu yang harus dikaji. Biasa hal seperti ini, dinamis dan lobi-lobi tidak masalah karena pendaftaran masih panjang,” pungkasnya. (her)