JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK

Di tengah 'perburuan' Wakil Ketua DPRD Bali yang terlibat kasus narkoba, Senin (13/11/2017) tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mendatangi kantor DPRD Klungkung. Kali ini bukan untuk penggeledahan, melainkan melakukan tes urine terhadap seluruh anggota dan pimpinan dewan.

 SEMARAPURA-fajarbali.com | Tes urine yang digagas Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru ini juga sekaligus bertujuan membuktikan bahwa dewan Klungkung bebas narkoba.

Enam anggota tim BNNP Bali tiba di Kantor DPRD Klungkung sejak pagi hari. Setelah melakukan koordinasi administrasi, tes urine terhadap seluruh anggota dewan pun dimulai. Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Bali, AKBP Nyoman Artana mengungkapkan tes urine ini merupakan kegiatan rutin. Sesuai arahan Menpan-RB, seluruh instansi memang diharapkan melakukan tes urine secara terjadwal.

Khusus di Klungkung, pada tahap pertama tes urine memang difokuskan pada anggota dewan saja. Sedangkan bagi staf ataupun pegawai lainnya akan dikoordinasikan lagi. AKBP Artana menyampaikan, pihaknya sangat ingin melakukan tes kepada seluruh anggota maupun staf dewan, tapi karena keterbatasan anggaran, rencana tersebut terpaksa ditunda.

"Kegiatan ini tidak ada indikasi karena kasus Mang Jangol (Wakil Ketua DPRD Bali), ini memang jadwal.  Seluruh instansi menurut Menpan harus melaksanakan kegiatan ini. Sementara tahap pertama hanya untuk dewan saja, karena anggaran terbatas. Ke depan, saya harap tes ini diadakan untuk semuanya sambil sosialisasi juga. Tes urine untuk staf DPRD nanti koordinasi lebih lanjut," ujarnya sekaligus mengatakan ini adalah tes perdana di DPRD Klungkung.

Sementara berdasarkan pantauan di DPRD Klungkung, secara bergilir anggota dewan menyerahkan sampel urinenya kepada petugas. Hingga pukul 10.30 wita sebanyak 26 dari 30 orang anggota dewan sudah dites. Sisanya, akan terus ditunggu oleh tim BNNP. Jika hingga siang yang bersangkutan tidak hadir, maka akan diupayakan untuk melakukan penjemputan. "Sekarang sudah 26 orang, lagi 3 belum dtang. Kalau belum datang kita tunggu, karena katanya mereka akan datang. Tapi kalau memang tidak datang, bisa kita jemput," tegasnya.

Penantian tim BNNP Bali  rupanya tak sia-sia, tiga anggota dewan yang ditunggu yakni  Komang Suantara dari Fraksi Gerindra, Wayan Misna dari Fraksi PDIP serta Wayan Mastra yang merupakan kader PKPI datang di detik-detik terakhir. Dengan demikian seluruh anggota DPRD Klungkung sudah mengikuti tes urine. Kecuali anggota dewan nonaktif, Kicen Adnyana yang sedang menjalani masa tahanan karena kasus korupsi dana hibah.

Di sisi lain, Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru saat dikonfirmasi menegaskan, menang pihaknya yang berkoordinasi dengan BNNP untuk melakukan tes urine. Namun, ia memastikan hal ini tidak berkaitan dengan kasus narkoba di DPRD Bali. Justru sebaliknya, ia ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat. Utamanya di DPRD Klungkung yang bersih dari narkoba. " Ini tidak ada kaitanya dengan kasus di DPRD Bali. Kami saja yang di Klungkung ingin membuktikan diri bahwa bersih dari narkoba. Kami ingin agar masyarakat tidak bertany-tanya. Kalau sudah tes urine itu kan berarti plong masyarakatnya," tegas politisi Partai Gerindra ini.

Sementara terkait hasil tes urine, Wayan Baru mengatakan belum menerima hasil resmi dari BNNP. Ia pun berjanji, akan menyampaikan hasil tes tersebut. "Hasilnya belum diserahkan. Kalau diserahkan nanti saya sampaikan," tutupnya. (dia)