JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK

Keputusan PDIP dalam memberikan rekomendasi Pilgub Bali kepada Pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Ardhana Artha Sukawati (KBS-Cok Ace) dinilai sangat tepat.

 

DENPASAR-fajarbali.com | Pilihan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri tersebut akan membuat PDIP akan semakin solid dan mampu memenangkan Pilgub Bali 2018 mendatang. Terlebih, Megawati memiliki insting politik selalu tepat.

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Ngurah Rai Denpasar Luh Riniti, Pasangan KBS-Cok Ace tersebut sudah memiliki persiapan lebih awal. Bahkan, sebelumnya pasangan tersebut digadang-gadang akan mudah mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP. Hal ini terbukti dengan diumumkannya rekomendasi pada 11 November lalu.

Dilihat dari figur, kedua tokoh tersebut cukup dikenal oleh masyarakat. Mengingat, sama-sama bersosialisasi ke masyarakat. Khusus untuk Koster, tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, dia merupakan peraih suara terbesar sebagai anggota DPR RI. "Koster memiliki  basis massa riil pendukungnya sebagai legislator," katanya, Minggu (12/11/2017).

BACA JUGA:

PDIP Badung Siap Memenangkan KBS-Ace

Sejatinya, mesin partai sudah cukup lama dipanaskan. Internal dan kader PDIP mulai dari DPD hingga DPC juga cukup solid dalam mengawal kantong-kantong suara. Bukan hanya Pilgub, hal ini juga akan berimbas Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. "Kalau tidak, bisa dievaluasi pencalegannya nanti di pileg 2019. Ibaratnya balapan mobil, tinggal tancap gas saja. Tidak lagi banyak perlu persiapan membeli onderdil lagi," tandasnya.

Begitu pula dengan Cok Ace yang saat ini menjabat sebagai Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali. Pria yang mantan Bupati Gianyar dua periode ini juga optimis mendapat dukungan dari masyarakat Gianyar akan all out untuk memenangkannya dengan basis puri dan pendukungnya dari kalangan pariwisata. Mereka punya harapan untuk memajukan pariwisata Bali. Maka dari itu, dengan modal tersebut sudah cukup dan teruji. "Kita lihat lawannya nanti siapa yang akan diusung lawannya lewat Koalisi Rakyat Bali," lanjutnya.

Dilihat dari hitungan dan pemetaan politik, terang Riniti, Pasangan KBS-Cok Ace diklaim akan sangat berat dalam bertarung. Apalagi, jika nantinya akan mendapat lawan yang tangguh dan head to head. Kendati demikian, pertarungan tak akan seketat pada Pilgub Bali 2013 yang lalu. Pasalnya, pertarungan saat itu benar-benar pertarungan yang menguras banyak energi sebab, kedua kandidat gubernurnya memiliki dukungan kuat dari partainya dan dukungan kuat dari masyarakatnya melihat program gubernur yang visioner saat itu.

Mantan anggota KPUD Provinsi Bali ini berpandangan, jika rekomendasi yang diberikan kepada KBS-Cok Ace sangat disambut gembira oleh internal PDIP Bali dan para kader. Sesuai dengan kekuatan gotong royong partai, seluruh jajaran partai, kader, hingga simpatisan akan kompak dan solid. Meskipun demikian, potensi pembelotan kemungkinan juga ada. Begitu juga dengan tingkat militansi dari para kader.Namun, hal tersebut sudah diredam oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Hasto Kristanto.  "Saya kira ketidakpuasan atau kegagalan dalam mendapatkan rekomendasi PDIP tidaklah sampai membuat pembelotan kader PDIP itu sendiri terlebih lagi Sekjen sudah meredam semuanya sebelum rekomendasi turun," tutupnya. (her)