JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN

DENPASAR-Fajar Bali| Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kusuma Wijaya dan UKM Songket  Halus-keduanya berada di Desa Sidemen, Kabupaten Karangasem- kini mulai merambah dunia. Kain tenun khas Bali ini belakangan dikenal masyarakat internasional setelah mendapat sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dari tiga dosen STMIK STIKOM Bali. Mereka adalah Luh Made Yulyantari S.Kom., M.Pd., IGKG Puritan Wijaya, S.Kom., MMSI dan Dewi Kansa Oputri, SE., MM.

 Ketua tim kegiatan ini, Luh Made Yulyantari menerangkan, kegiatan ini adalah pengbadian kepada masyarakat oleh tim dosen STIKOM Bali sebagai salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

“Proyek ini adalah pengabdian  kepada masyarakat berupa bantuan pengembangan  UKM yang produk atau komoditinya berpotensi diekspor. Kerja sama ini dengan skema hibah Ipteks Bagi Produk Ekspor (IbPE) dari  Kemenristek Dikti,” kata Luh Made Yulyantari, di Denpasar, Senin (16/10/2017).

 Yuliantari menyebut, UKM Kusuma Wijaya dan UKM Songket  Halus sudah dua tahun  menjadi mitra  kerja sama  skema  hibah bantuan IbPE ini. Produk utama kedua  UKM tersebut adalah songket khas motif Sidemen. Produk songket tersebut  berpotensi menjadi produk ekspor unggulan kerajinan desa Sidemen, Kabupaten Karangasem.

 Pada tahun 2017 ini, lanjut Yuliantari, bantuan yang diberikan diutamakan pada peningkatan kualitas pengemasan, peningkatan skil manajerial pemasaran dan pemasaran menggunakan e-commerce, sehingga hasil produk-produk songket hasil UKM dapat menembus pasar nasional dan internasional.

 “Peningkatan kualitas kemasan produk dan pemasaran melalui e-commerce menjadi prioritas pada tahun kedua ini setelah pada Tahun 2016 sudah terlaksana kegiatan pengembangan kemampuan produksi dan fasilitas pada UKM,”  tutur  Luh Made Yulyantari.

 Guna  meningkatkan produk-produk kedua UKM tersebut, kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun kedua ini yaitu berupa bantuan desain kemasan yang baik untuk ekspor,  pelatihan pembuatan konten pemasaran media online, pelatihan manajemen pemasaran dan inventori,  pelatihan penjualan dan bagaimana menggunakan media sosial dalam pemasaran.

 IGKG Puritan Wijaya menambahkan,  pemilik kedua UKM sangat tertarik dan antusias sekali dalam mengikuti kegiatan pelatihan, terutama pada saat pelatihan pembuatan konten media pemasaran yaitu penggunaan studio mini dalam mengambil foto-foto produk songket lalu meng-edit agar dapat di upload pada e-commerce dan media sosial UKM.

 “Kami mendapat penerapan ilmu dan teknologi dari STIKOM Bali dengan cara yang menyenangkan dan seru karena instrukturnya ahli dan mahir,” begitu ujar Gek Sri, salah seoorang staf UKM Songket Halus.

 Hal senada dirasakan oleh  Ida Ayu Kusuma, pemilik UKM Kusuma Wijaya. Dia  merasa sangat terbantu  dengan pelatihan manajemen operasioanl yang diberikan oleh  Dewi Kansa Putri, SE., MM.

  “Pelatihan  ini sangat membantu kami  dalam memasarkan produk songket sampai tingkat nasional bahkan  internasional,” ujarnya. W-009