JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN

DENPASAR-fajarbali.com | Kepala SMAN 1 (Smansa) Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd., (59) menghembuskan nafas terakhir di RSUP Sarjito, Yogyakarta, Selasa (7/10) dini hari kemarin. Purnajaya dilarikan ke RS dari hotel tempatnya menginap setelah mengeluh sakit pada bagian dada, Senin (6/11) dini hari.

Kepala sekolah berprestasi nasional ini bertolak ke Yogyakarta pada Sabtu (5/11) bersama rombongan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), untuk mengikuti kegiatan selama tiga hari. Jenazahnya langsung diberangkatkan ke Bali menggunakan pesawat udara, sore kemarin, selanjutnya dititipkan di ruang jenazah RSUP Sanglah, Denpasar, hingga kremasi berlangsung, Selasa 14 November 2017.

Kadek Astini Purnajaya, anak ke-dua almarhum menceritakan, baik dirinya mau pun anggota keluarga yang lain, tidak merasakan firasat apa pun. Sebaliknya, almarhum juga tidak menunjukkan gelagat aneh beberapa hari menjelang ajalnya. “Bapak sehat-sehat aja. Nggak ada riwayat sakit, apalagi gangguan jantung,” tuturnya menyeka air mata, di rumah duka Jalan Trengguli, Denpasar, Selasa (7/11/2017).

Astini mengaku pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian ayahanda, kendati menyisakan duka mendalam. Pria asal Desa Jelijih Punggang, Kecamatan Pupuan, Tabanan itu, di mata keluarganya merupakan sosok pemimpin ideal yang selalu menjadi contoh yang baik, bijaksana dan memiliki intelektualitas tinggi. “Kami kehilangan panutan. Mohon doanya ya,” Astini mengimbuh. Almarhum meniggalkan seorang istri, empat putra-putri dan beberapa orang cucu.

Terakhir, almarhum mem-posting status di akun facebook miliknya @Nyoman Purnajaya, pada 10 Oktober 2017. Ia menambahkan foto dirinya sedang duduk di tepi pantai bersama sang istri saat senja dengan latar matahari terbenam. “Di DEKAT UJUNG WAKTU. Tak terasa tiba-tiba sudah senja. Biarlah kami tatap matahari itu, yang masih menyisakan sedikit waktu,” tulis Purnajaya. Warga internet (Nitizen) menganggap status tersebut sebagai firasat. (gde)