JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN

 

DENPASAR-Fajar Bali | Mahasiswa/wi Fakultas Ekonomi Universitas Ngurah Rai (FE-UNR) khususnya peserta mata kuliah kewirausahaan diwajibkan memiliki usaha sendiri dengan bukti kartu nama perusahaan.

Selain mendapatkan pelajaran di dalam kelas dan kunjungan industri langsung ke berbagai perusahaan besar, mahasiswa juga ditanamkan karakter pengusaha dengan bermacam kegiatan. Salah satunya arung jeram atau rafting.

Belum lama ini, lebih dari 200 mahasiswa menguji adrenalin menaklukkan ganasnya gelombang air dan bebatuan Tukad Ayung (Sungai Ayung- red) dengan perahu karet di salah satu wahana rafting di Desa Carangsari, Badung. “Kami sengaja memilih kegiatan ini, karena memerlukan teamwork yang baik. Sekalian nanti kunjungan ke pabrik pengolahan cokelat,” kata dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan FE UNR Dr. Nyoman Suartha, SE.,SH.,M.Si. di sela kegiatan.

 Suartha yang juga motivator kewirausahaan nasional itu memaparkan, salah satu pekerjaan rumah (PR) terberat bangsa ini adalah kemiskinan. Kemiskinan, kata dia, hanya bisa disembuhkan melalui wirausaha. “Benang kusut kemiskinan harus diurai dengan kewirausahaan,” imbuhnya.

 Untuk itu, lembaga perguruan tinggi dinilai paling strategis mengembangkan dan mencetak para pengusaha sesuai bidang keahliannya. Sehingga ia mewajibkan mahasiswanya mendirikan usaha sendiri, meskipun kecil-kecilan. Selanjutnya, ratusan mahasiswa itu akan disaring, dan diikutkan dalam inkubator bisnis kampus yang telah bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM.

 Inkubator bisnis yang dipimpinnya itu, akan menjadi fasilitator usaha-usaha mahasiswa, dari pelatihan, bimbingan, promosi produk, bahkan permodalan. Menariknya, Inkubator Bisnis Dampar Equilibrium UNR adalah satu-satunya lembaga di perguruan tinggi di Indonesia timur yang bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Inkubator tersebut telah berhasil mencetak puluhan pengusaha yang berhasil di berbagai bidang.

Lebih jauh, suami dari akademisi Universirtas Udayana (Unud) Prof. Dr. Ni Wayan Sri Suprapti, tersebut menjelaskan peluang usaha kecil dan menengah (UKM) sangat terbuka lebar. Untuk merebut peluang itu, hanya diperlukan kreativitas dan inovasi pelakunya. Menurut dia, UKM memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya, tahan terhadap krisis moneter, perputaran transasksi sangat cepat, dan tidak memerlukan modal terlalu besar. “Contoh sederhana saja, jual pisang goreng. Sekarang goreng, sekarang juga dapat duit. Iya kan?,” sebutnya. (Gde)