JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN

 

DENPASAR-Fajar Bali | Laskar Sri Ksari Warmadewa yang tergabung dalam tim Marching Band Universitas Warmadewa (MBW) berhasil menyabet juara III pada lomba marching band tingkat nasional 2017 di Provinsi Banten, belum lama ini. Prestasi prestisius yang melibatkan 118 mahasiswa tersebut, sangat memengaruhi penialian terhadap lembaga.

Sebab, marching band melibatkan banyak mahasiswa, kompleksitas kegiatan tinggi dan memerlukan biaya yang besar pula. Karenanya setiap perguruan tinggi berlomba mendirikan marching band. Demikian dikatakan Wakil Rektor (WR) III Unwar Dr. Ir I Wayan Parwata, MT., di Denpasar, Kamis (2/11).

Parwata mengajak keluarga besar Unwar mensyukuri hasil tersebut karena di tengah keterbatasan anggaran, laskar Sri Ksari mampu bertarung mengibarkan bendera Unwar di kancah nasional. "Kita harus syukuri hasil ini. Apalagi saat hari H, semua kontingen kita sehat," ajaknya.

Dia mengaku, kompetitor yang dihadapi sangat berat dengan dukungan anggaran yang besar, seperti peserta dari salah satu parbik pupuk nasional. "Setelah ditotalkan dari semua kriteri lomba atau penampilan, kita juara III. Setiap kegiatan MBW selalu kita upload ke Kemenristek Dikti," ungkapnya.

Sejatinya, kata Parwata, tahun 2018 mendatang, pihaknya diberi kesempatan menyelenggarakan kompetisi marching band internasional di Bali. Bahkan, beberapa negara sudah meyatakan kesiapannya. "Kita belum siap jadi tuan rumah, karena anggaran yang diperlukan sangat tinggi. Kemarin di Banten saja pemerintah daerah setempat mensupport anggaran Rp 5-10 miliar. Jika pemda Bali mensuport dan sponsor lain, kita siap. Mungkin tahun 2019. Terlebih ajang ini akan berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan ke Bali," sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MBW AA Ngurah Agung Adi Wedayana Jelantik menceritakan, faktor cuaca yang tak menentu di Banten sepanjang lomba (Oktober 2017,red) sempat menjadi hambatan tersendiri. Namun ia mengaku selalu memberi motivasi pada tim. "Hujan terus waktu itu. Sangat menyulitkan latihan kita. Tapi kita bisa atasi dengan semangat tinggi," ungkapnya.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dipimpinnya itu, kata dia, sudah terbiasa mengikuti kompetisi dan tampil di ajang besar, seperti Pesta Kesenian Bali (PKB). Ia berharap program regenerasi MBW harus berjalan dengan baik demi menjaga eksistensi. "Saat ini ada 200 an orang swbagai anggota. Saya harap semuanya aktif, dan merekrut bibit-bibit handal lagi secara bwrkelanjutan," pungkasnya. (gde)