JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN

 

DENPASAR-FajarBali | Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Arsitektur Wicwakarma Universitas Udayana bakal buat gebrakan baru dalam setiap kegiatan yang akan digelar. Kegiatan yang rencananya digelar setiap tahunnya bakal dibuat lebih seru, inovatif, dan beragam.

Seperti kegiatan pameran dan bazzar yang sempat digelar pada 18 hingga 21 Oktober 2017 lalu. Pameran yang menampilkan beberapa hasil karya mahasiswa arsitektur Unud itu sudah mampu membuat para khalayak penasaran sembari ingin tahu lebih dalam tentang dunia arsitektur.

Tak hanya hasil karya mahasiswa Unud, di sana juga ditampilkan beberapa karya mahasiswa arsitektur universitas lain seperti Universitas Dwijendra, Universitas Warmadewa, juga program studi Desain Interior Institut Seni Indonesia Denpasar. Hasil karya yang ditampilkan para mahasiswa berupa maket pura, gedung, rumah adat, kaligrafi, portofolio desain, grafika, dan lainnya.

Ketua panitia acara, GA. Bagus Alvin Ade Kusuma mengatakan, acara ini merupakan rangkaian kegiatan “ACTION” Prodi Arsitektur. “ACTION” atau Architectur in Creativity and Exhibition tersebut merupakan kegiatan yang fokus pada ajang penciptaan karya dan kreativitas mahasiswa yang kemudian dipamerkan menjadi sarana belajar dan pembelajaran untuk umum. “Kami akan fokuskan kegiatan ini (pameran) dulu. Kemungkinan tahun depan kami akan buat lebih meriah. Tentunya lebih inovatif dan karya-karya yang ditampilkan juga beragam,” jelas mahasiswa yang akrab disapa Gung Alvin.

Gung Alvin menjelaskan, rangkaian kegiatan “ACTION” kali ini juga beragam. Kegiatan tersebut di antaranya bazzar, arsitektur melayangan atau lomba layang-layang bagi civitas di lingkungan prodi, pertunjukan musik, workshop, serta pameran yang melibatkan masyarakat umum.

Yang menarik dari pameran tersebut, para pengunjung disuguhkan media live digital sketch atau semacam klinik desain bagi pengunjung yang ingin belajar mendesain lewat aplikasi secara digital.  “Kami sediakan para pendamping atau pemandu. Di sana pemandu kami akan membuat berbagai macam desain digital. Pengunjung dapat belajar secara langsung menciptakan sketsa digital,” tambahnya.

Tak ayal, dalam gelaran yang diadakan di Warung Bokashi Farm, Jalan Waribang Denpasar itu mampu menyedot banyak pengunjung. Pameran yang bertajuk “Art Ritmo Taste” waktu lalu bisa dikatakan sebagai wadah edukasi bagi anak muda yang ingin mengenal rutinitas perkuliahan ala anak arsitektur.

Ditambahkannya lagi, pameran bakal melibatkan para arsitek kenamaan di Bali bahkan luar Bali pada tahun depan. Selain itu, ada rencana untuk membuat acara lain yang bertaraf Nasional.

Sebagai bentuk kekompakan dan eksistensi himpunan mahasiswa arsitektur Wicwakarma Unud, ungkap Gung Alvin, pihaknya akan terus mendorong para mahasiswa berlomba-lomba menciptakan karya yang berkualitas. Para mahasiswa juga dituntut lebih kreatif, sehingga tugas akhir semester maupun karya-karya perkuliahan lainnya layak ditampilkan di acara yang sukses menjadi sorotan bagi penggemar desain interior maupun pegiat tata bangunan.

Mahasiswa yang sedang aktif di berbagai organisasi itu berharap, pameran dan kegiatan lainnya dapat memberi kontribusi positif bagi masyarakat. Pria yang hobi bermain musik itu pun mengharapkan agar masyarakat yang belum mengenal dunia arsitektur dapat lebih tahu bagaiamana aktivitas, kesibukan, dan apa saja yang dipelajari saat kuliah di jurusan teknik arsitektur. “Kegiatan ini sangat cocok bagi anak muda yang suka menggambar, atau hobi mendesain interior, merancang bangunan, bahkan remaja yang ingin kuliah di jurusan arsitek tentu akan tahu apa saja sih yang dipelajari,” kata Gung Alvin.

Ia juga optimis jika para mahasiswa yang ikut serta dalam acara tersebut dapat belajar secara mandiri sekaligus mendapat wadah yang tepat mengembangkan kemampuan. “Dengan adanya wadah dan kegiatan di lingkungan arsitektur Unud, kami harap mahasiswa arsitektur Unud dapat saling berlomba meningkatkan kualitas karya, sehingga setelah tamat dari lingkungan universitas, tercetaklah arsitek-arsitek yang memiliki kemampuan mumpuni dan layak saing dalam dunia kerja internasional,” tutupnya. (eka)