JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KESEHATAN

JANTUNG berdebar atau palpitasi adalah sensasi yang dirasakan saat jantung berdentum dengan kuat, cepat, atau tidak beraturan. Sensasi ini juga dapat dirasakan di area tenggorokan dan leher. Kondisi ini merupakan kondisi yang tergolong umum dan biasanya berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit. Namun palpitasi yang terlalu sering, semakin memburuk, dan disertai gejala tertentu seperti sesak dan pusing, patut diwaspadai. Kondisi ini dapat menjadi pertanda adanya gangguan pada jantung.

 Jantung bekerja memompa darah dari seluruh tubuh dan mengangkut kembali darah yang telah mengandung oksigen ke seluruh tubuh. Di dalam jantung, darah akan mengalir melewati empat ruangan di dalam jantung, yaitu serambi (atrium) kanan, bilik kanan, serambi kiri, dan bilik kiri. Detak jantung normal biasanya sekitar 70 ketukan per menit (beat per minute atau bpm) dan detak jantung normal orang dewasa berkisar antara 40-100 bpm.

 Penyebab dan faktor-faktor yang meningkatkan risiko mengalami jantung berdebar-debar antara lain; serangan kepanikan/kecemasan, latihan fisik yang berat, kafein, nikotin, misalnya yang berasal dari rokok, demam, perubahan hormon yang diasosiasikan dengan kehamilan, menstruasi, atau menopause, mengonsumsi minuman yang mengandung alcohol, obat-obatan tertentu yang mengandung stimulan, misalnya obat pilek dan batuk yang mengandung pseudoephedrine, obat asma (seperti salbutamol dan terbutalin), maupun narkoba (amfetamin, ekstasi, kokain, dan ganja).

 Berbagai penyakit juga dapat menimbulkan gejala jantung berdebar, yaitu, Hipertiroid, Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) atau gangguan jantung lainnya yang memicu terjadinya fibrilasi atrium (AF)suatu jenis gangguan irama jantung, beberapa kondisi aritmia (gangguan irama jantung). Sebagian kondisi aritmia diasosiasikan dengan penderita serangan jantung atau adanya jaringan parut pada otot jantung akibat serangan jantung yang dialami sebelumnya.

 Jantung berdebar-debar dapat dirasakan sebagai detak jantung yang kuat dan cepat.  Denyutan tersebut juga bisa terasa tidak beraturan. Selain di dada, dapat pula terasa di tenggorokan dan leher. Jantung berdebar-debar juga dapat dirasakan baik dalam keadaan istirahat maupun beraktivitas, serta baik dalam keadaan duduk, berbaring, maupun berdiri.

 Diagnosis dari penyebab jantung berdebar bisa dilakukan dengan beberapa pemeriksaan. Tes darah bisa dilakukan untuk membantu mengetahui penyebab jantung berdebar. Dari tes darah, dapat diketahui apakah ada anemia dan hipertiroid. Pada sebagian kasus, pasien dengan jantung berdebar-debar membutuhkan tes tambahan yang umumnya dilakukan dengan perjanjian bersama seorang kardiologis. Walau sebagian besar kasus palpitasi tidak disebabkan oleh gangguan pada jantung, namun tes-tes ini dapat membantu dokter memastikan diagnosis untuk menentukan jenis penanganan yang tepat.Salah satu pemeriksaan penunjang yang juga biasa dilakukan adalah elektrokardiografi (EKG) maupun ekokardiogram yang dilakukan untuk memindai jantung menggunakan gelombang ultrasound.

 Palpitasi atau jantung berdebar-debar dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pemicu, seperti kafein, nikotin, stres, dan obat-obatan tertentu termasuk kokain dan amfetamin (narkoba). Mulailah membiasakan tubuh dan pikiran untuk lebih tenang dengan melatih pernapasan atau melakukan teknik relaksasi, seperti yoga dan meditasi. Memulai gaya hidup yang sehat dapat menjadi langkah pencegahan yang baik, tidak hanya untuk mengobati palpitasi saja, namun untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara umum. 

dr. Komang Surya Bhuana R