JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BUDAYA

Alunan merdu seruling yang dimainkan Gus Teja memukau penonton yang hadir dalam Festival Seni Budaya Kasih Alam Semesta (The Nature Loving Festival of The Art) yang diadakan International Nature Loving Assosiation (INLA) Bali di gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Minggu malam (12/11/2017).

 

DENPASAR-fajarbali.com | Ketua Panitia Sutedja/Hok Ling dalam laporannya menyampaikan, festival ini dipersiapkan selama satu tahun dengan melakukan latihan secara rutin, yang melibatkan kurang lebih 270 penari. Selain menari, para peserta juga diberikan latihan tentang bimbingan mengasihi semesta. “Itu meliputi berbakti kepada orang tua, berbudi pekerti dan juga etika yang baik,” katanya.

Ketua DPD INLA Djusianto Law menambahkan, INLA merupakan organisasi sosial yang bergerak dibidang budaya dan pendidikan.  “Ini untuk menyebarkan nilai-nilai moral dan pukerti dan kemulian hidup kepada semua masyarakat, supaya bisa lebih mengasihi alam semesta, melalui senam dan lagu Alam Semesta,” ujarnya.

Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan apresiasi terhadap festival tersebut. Menurutnya, festival ini tidak hanya bermakna sebagai wahana ekspresi para seniman. Tetapi secara lebih luas, festival ini menjadi wahana membangun hubungan menyame braya. “Hubungan bersaudara antar seniman, INLA Bali maupun INLA di tanah air,” paparnya.

Festival ini, kata dia, merupakan salah satu wujud INLA Bali dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan, sekaligus mempererat tali persaudaraan. “Seni budaya adalah unsur universal yang dapat mempersatukan perbedaan seluruh komponen masyarakat,” lanjutnya.

Dalam acara tersebut, INLA Bali menampilkan kurang lebih 12 penampilan untuk menghibur penonton yang memadati auditorium Ksirarnawa, Taman Budaya Bali. Dimana, dalam festival ini juga diselingi dengan penampilan musisi Bali Gus Teja yang membawakan dua lagu, yakni; Awan Putih dan Sundara. (alt)