JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR

Ada cerita menarik selama pelarian tersangka buronan narkoba, Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol. Wakil Ketua III DPRD Bali yang sudah dipecat sebagai kader Partai Gerindra itu ternyata baru semalam menginap di rumah tua ibu kandungnya yang ditempati oleh sepupunya, Made Arni di Banjar Melinggih, Payangan, Gianyar.

 

DENPASAR-fajarbali.com | Polisi yang sudah mengintai rumah tersebut sejak lama, membekuk Mang Jangol saat bersembunyi di kandang sapi ditengah-tengah pematang sawah.

Sumber di lapangan menyebutkan, pascapengerebekan Sat Resnarkoba Polresta Denpasar di Jalan Batanta nomor 70, Denpasar, Sabtu (4/11) dini hari, Mang Jangol kabur bersama istrinya Ni Luh Ratna Dewi (tertangkap), dan kakak kandungnya I Wayan Sunada alias Wayan Kembar (buron). Mereka pun berpisah agar tidak terendus aparat kepolisian.

Diduga kuat, selama pelarian Mang Jangol mengalami tekanan mental dan depresi. Terlebih, selama dikejar-kejar aparat kepolisian, Mang Jangol tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga dan anaknya. Inilah yang membuatnya nekat keluar dari tempat persembunyian dan pergi ke rumah tua ibunya yang kini ditempati sepupunya, Made Arni di Banjar Melinggih Payangan Gianyar.

BACA JUGA:

“Dia bersembunyi dari satu tempat ke tempat lain agar tidak bisa ditangkap. Tapi ternyata dia tidak betah dan kesepian lalu pergi ke rumah tua ibu kandungnya,” beber sumber yang enggan disebut namanya itu.

Sumber mengatakan, Mang Jangol mendatangi rumah ibu kandungnya di Banjar Melinggih Desa Payangan Gianyar, pada Minggu (12/11/2017) sekitar pukul 21.00 wita. Dia pun bertemu dengan sepupunya Made Arni. Namun, kedatangan Mang Jangol membuat Made Arni kaget.

“Dia (Made Arni, red) sempat menanyakan kenapa datang ke rumah dan dijawab Mang Jangol ada masalah,” beber sumber.

Melihat Mang Jangol datang dengan muka lusuh dan pucat, saksi Made Arni tidak berani menanyakan lagi dan kemudian menyiapkan makanan buat Mang Jangol. “Katanya saksi langsung menyiapkan makanan buat Mang Jangol,” ungkap sumber.

Semalam di rumah, menurut keterangan Made Arni yang turut diperiksa aparat kepolisian itu, Mang Jangol tidur di kamar adiknya, Ketut Kariasa. Dihantui rasa takut sekaligus mengantisifasi polisi datang, terkadang Mang Jangol juga tidur di teras sambil menggelar karpet.

Nah, saat pengerebekan Senin (13/11) sekitar pukul 20.00 Wita, Mang Jangol pamit ke sawah, kadang sapi milik ibunya. Dia pergi ke sawah dengan mengendarai sepeda motor. Sementara saksi, Made Arni tidak berada di rumah karena sedang membeli obat.

Aparat kepolisian yang mengetahui Mang Jangol berada di rumah tua ibu kandungnya langsung bergerak cepat menyergap Mang Jangol yang sedang berada di kandang sapi. “Dia memang sengaja tidur di kandang sapi. Apabila tidur di rumah sepupu dia takut polisi mengerebeknya,” ucap sumber.

Malam itu juga, belasan petugas dipimpin Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo langsung bergerak ke kandang sapi dan menangkap tersangka Mang Jangol yang sedang mengenakan celana training dan jaket sweater. Polisi kemudian memeriksa saksi Made Arni dan mengeledah seluruh kamar untuk menemukan barang bukti lainnya, namun nihil. Selanjutnya, Mang Jangol digiring ke Mako Brimob untuk menjalani penahanan.

Dikonfirmasi saat HUT Brimob ke 72 di Tohpati Denpasar, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo membenarkan Mang Jangol ditangkap di kandang sapi di pematang sawah. Kandang sapi itu merupakan rumah milik saudara sepupunya. "Sepupunya sedang diperiksa juga," tuturnya.

Pihaknya masih mendalami pengakuan tersangka untuk mencari tahu kemana saja Mang Jangol bersembunyi. Namun berapa lama Mang Jangol berada disana, Kombes Hadi enggan membeberkannya. "Berapa lama dia bermalam disana? Kita masih mendalaminya," tegasnya.(hen)