JA Teline V - шаблон joomla Форекс
19
Thu, Oct
61 New Articles

BADUNG
Typography

 

MANGUPURA-Fajar Bali | Keberadaan Taman Air Mancur Sri Baduga yang dirintis Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi, S.H. membuat Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta untuk berkunjung ke Purwakarta. Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta beserta rombongan, Selasa (10/10) malam lalu diterima oleh Wakil Bupati Purwakarta Dadan Roswanda di Kantor Bupati Purwakarta.

Saat melakukan kunjungan ke Taman Air Mancur Sri Baduga, Bupati Giri Prasta didampingi oleh Sekkab Wayan Adi Arnawa, Asisten I IBA Yoga Segara, Kadis Pariwisata Made Badra, Kabag Keuangan AA Gede Rahmadi, Kabag Perwat Wayan Puja, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta. Selain dari eksekutif, Bupati juga didampingi Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta, Ketua Komisi I I Wayan Suyasa, Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata, anggota Komisi II Gede Suardika dan anggota Komisi IV IB Sunarta.

Wakil Bupati Purwakarta, Dadan Koswara menjelaskan, keberadaan Taman Air Mancur Sri Baduga telah memberikan efek ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat. Bisnis kuliner yang menjadi andalan Purwakarta menjadi menggeliat sejak diresmikannya Taman Air Mancur terbesar di Asia tersebut.

Dadan Koswara memaparkan, untuk saat ini pertunjukan air mancur ini hanya dibuka untuk umum setiap hari Sabtu saja. Masyarakat yang berkunjung pun tidak dikenakan biaya masuk. "Setiap hari digelar dua kali pertunjukan dengan durasi masing-masing 30 menit. Hingga saat ini masih gratis," katanya.

Setiap kali pertunjukan katanya, pengunjung yang datang tidak kurang dari 50.000 orang. Jumlah pengunjung yang besar inilah menjadi pasar potensial bagi pelaku usaha kecil menengah di sektor kuliner. Jika pada hari biasa, pedagang hanya bisa memperoleh hasil penjualan maksimal Rp 300.000, pada saat pertunjukan air mancur, UKM bisa memperoleh omzet antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. "Inilah efek ekonomi yang dirasakan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.


Taman air mancur ini jelasnya, dibangun di atas lahan sekitar enam hektar. Air mancur pun dirancang dengan berbagai gaya menari mulai meliuk kiri maupun kanan, gerakan-gerakan lain yang sangat memikat pengunjung, didukung dengan 35.000 lampu sehingga menambah daya tarik air mancur yang dibangun di atas situ atau danau buatan ini.
Menurutnya, taman air mancur ini dibangun dengan anggaran mencapai Rp 60 miliar. Pengerjaannya pun dilakukan oleh putra-putra daerah setempat.

Sementara, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta usai menyaksikan atraksi air mancur Sri Baduga ini, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta memastikan Badung juga akan membangun taman air mancur seperti ini. Bupati asal Plaga Petang Tersebut mengaku akan mulai melakukan kajian pada 2018 mendatang. Taman air mancur ini pun dipastikan akan dibangun di tempat-tempat strategis. "Cuma mungkin pada tahap awal, tidak sebesar yang ada di Purwakarta ini. Untuk tempatnya, kita lakukan kajian dulu" tegasnya.

Selain memberikan efek ekonomi yang besar bagi masyarakat, keberadaan taman air mancur ini dipastikan akan menjadi objek wisata alternatif bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Saat ini, Badung atau Bali pada umumnya kedatangan wisatawan repeter atau berulang. Dengan kondisi ini, Giri Prasta berupaya melakukan diversifikasi baik objek maupun atraksi wisata yang ada. Tanpa objek atau atraksi wisata alternatif, wisatawan yang berkunjung ke Badung kemungkinan akan mengalami kejenuhan dan wisatawan akan melirik destinasi wisata yang lain.
Ditanya soal dana, Bupati memastikan tak ada masalah. "Kami pastikan dana pembangunan taman-taman alternatif tidak mengalami masalah," ujarnya.M-003