JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG

Sungguh sial nasib biker ojek online satu ini, bagaimana tidak dirinya hendak memperkosa korban justru petaka yang didapat. Hal itu bermula ketika seorang korban, mahasiswi asal Turki berinisial NB hendak diperkosa oleh biker ojek online berinisial ELB namun justru lidah pelaku putus digigit korban.

 

MANGUPURA-fajarbali.com | Pasca lidahnya putus digigit korban, pelaku yang diduga asal Sumatera itu tak terima dan membalas perbuatan korban dengan memukul kepala korban dengan batu hingga luka parah. Puas memukul korban, pelaku ngacir melarikan diri untuk mengobati lidahnya yang putus ke Rumah Sakit Kasih Ibu Kedonganan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

Korban warga asing itu akhirnya meminta pertolongan warga sekitar sebelum akhirnya menjalani pengobatan di rumah sakit yang sama dengan pelaku yakni di Rumah Sakit Kasih Ibu, Kedonganan, Jimbaran, Kuta Selatan. Namun, karena luka korban cukup parah di bagian kepala, korban akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.

Terkait peristiwa ini, Kepala Kepolisian Sektor Kuta Selatan, Komisaris I Nengah Patrem membenarkan peristiwa itu. "Iya benar, ada peristiwa itu. Dari hasil penyelidikan tim di lapangan peristiwa itu benar terjadi," kata Patrem, Selasa (14/11/2017).

Hanya saja, hingga kini korban belum melakukan pelaporan ke institusinya meski mengalami peristiwa getir tersebut. Sebab, perempuan berusia 27 tahun itu masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka di beberapa bagian tubuhnya. "Kami masih menunggu laporan dari korban. Sementara ini korban masih dirawat di rumah sakit," jelasnya.

Peristiwa ini bermula pada Senin (13/11/2017) ketika NB memesan ojek online melalui aplikasi telepon selular tujuan Sanur, Denpasar dari Mal Bali Galeria, Kuta lantaran ada keperluan.

Usai itu, NB bermaksud kembali ke rumah kosannya di sekitaran Jimbaran. Ia kembali memesan ojek online dan ternyata yang datang menjemputnya biker ojek yang sama yang mengantarnya tadi. Dari aplikasi telepon selular, driver ojek online itu berinisial ELB.

Pemuda 23 tahun itu kemudian mengantar korban ke tempat tujuannya. Namun, ketika sudah berada di dekat kos-kosan korban, pelaku membelokkan sepeda motornya menuju arah lain. Ketika berada di semak-semak belakang Hotel Muvenpik Jimbaran, pelaku menurunkan korban.

Di sanalah percobaan perkosaan terhadap NB terjadi. Saat itu, NB melakukan perlawanan dan sempat menggigit lidah pelaku hingga terluka parah bahkan lidah pelaku putus dan harus dilarikan ke rumah sakit. 

Sementara korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan bagian jari-jari akibat dibenturkan ke tanah oleh pelaku. Meski dalam kondisi sekarat, atas perbuatannya hingga kini pelaku dalam pengawasan pihak kepolisian.

Terkait peristiwa tragis itu, Kepala Unit Komunikasi Kampus PNB, I Made Widiantara mengakui jika korbannya merupakan mahasiswa asing asal Turki yang mengikuti dharma siswa dari Kemenristek Dikti.

"Iya benar korban mahasiswi asing itu menempuh pendidikan disini sejak awal tahun 2017. Dia hanya menempuh pendidikan selama setahun disini," ujarnya.

Widiantara yang juga dosen di PNB menghimbau mahasiswi agar berhati-hati memakai jasa layanan transportasi online baik itu roda dua maupun roda empat. 

"Saya harap setiap mahasiswi jika bepergian jangan pergi sendiri. Dan jika bepergian hindari daerah rawan dan sepi serta perhatikan waktu bepergian," tutupnya. (gde)