JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI

DENPASAR-Fajar Bali | Pengurus ASITA Pusat, Eddy Sunyoto mengungkapkan, 10 Bali Baru tidak akan berpengaruh pada turunnya intensitas kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Bali. Menurutnya, itu akan mendongkrak nama Bali sendiri di mata pariwisata internasional.

"Bali sudah dikunjungi turis sejak ratusan tahun lalu. Jadi, 10 Bali Baru tidak berpengaruh terhadap dunia pariwisata di Pulau Dewata. Pariwisata Bali sudah terbang tinggi. Sedangkan mereka baru mulai. Jadi tidak akan berdampak negatif," ungkapnya, saat menghadiri acara Diaspora Buleleng, di SMA dan SMK Bali Mandara, Kamis (2/11).

Adapun sepuluh destinasi pariwisata yang menjadi prioritas pemerintah, bebernya, yakni Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Lebih lanjut menyampaikan, ia telah melakukan promosi destinasi tersebut, pada Oktober 2017 di hadapan 720 undangan Travel Agent China, di Le Meredien Hotel Zhengzhou Heinan, China. "Selama ini wisatawan yang datang ke Indonesia sebagian besar masuk melalui Bali. Nah menjadi pertimbangan pemerintah memakai nama 10 Bali Baru," jelasnya.

Tahun lalu, lanjutnya, ada sekitar 4 juta turis mancanegara yang datang ke Bali. Tak dipungkiri, turis yang datang ke Bali, baik domestik maupun mancanegara, telah membawa banyak kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bali. Namun, tak mungkin Indonesia selamanya bergantung kepada Bali untuk menjual wisatanya. "Untuk itu, perlu ada "Bali-bali" yang lain. Dan kesempatan itu terbuka cukup luas, mengingat banyak daerah lain yang tak kalah hebat dalam banyak hal dibanding Bali," paparnya. 

Istilah "10 Bali Baru" itu, terangnya, merupakan makna kiasan dan lebih untuk memberi tekanan agar "performance" masing-masing daerah itu bisa menyamai Bali yang setahun bisa mendatangkan empat juta wisatawan mancanegara. "Jika masing-masing 10 destinasi itu mendatangkan empat juta wisatawan mancanegara, itu akan membawa kemakmuran bagi tempat-tempat tersebut," pungkasnya. M-007