JA Teline V - шаблон joomla Форекс

EKONOMI

 

Gianyar-Fajar Bali | Pemkab Gianyar bekerjasama dengan Bulog Bali menggelar pasar murah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya harga kebutuhan bahan  pokok menjelang Hari Raya Galungan. Kegiatan ini dipusatkan di Pasar Umum Gianyar, Selasa (24/10).

Pasar Murah ini menjual beberapa kebutuhan bahan pokok cukup banyak diminati masyarakat yang kebetulan berkunjung ke pasar sejak pukul 08.00 Wita kemarin. Masyarakat sendiri hanya melihat dan menyakan harga komoditas yang dijual dan selanjutnya masyarakat menyebar ke dalam Pasar Gianyar. Hanya ada satu dua pembeli untuk komoditas gula pasit dan minyak goreng. Salah satu pengunjung pasar, Wayan Wenti menyebutkan selisih harga tidak banyak, relative sama dengan di pasar, “Harganya relative sama, hanya menang kemasan saja,” jelas Wayan Wenti.

Dijelaskan Wenti, selisih harga yang ditawarkan pasar murah kemarin hanya Rp 500-Rp 1.000 saja. “Kalau membeli dengan jumlah banyak, justru lebih murah di pasar umum,” bebernya lagi. Hanya menurutnya, yang di jual di pasar ada yang tanpa kemasan seperti gula, minyak dan beras. Bahkan salah seorang pembeli Ni Made Sutama menyebutkan kalau harganya relative sama dengan di warung, mendingan belanja di rumah saja. Justru disebutNya, hal tersebut bukan pasar murah, namun hanya pidah berjualan saja.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Disperindag Gianyar, Ni Wayan Adnyaningsih menjelaskan, pasar murah kali ini menyediakan kebutuhan bahan pokok antara lain beras kemasan 5 kg sebanyak 50 bungkus, bawang putih 40 bungkus masing-masing seberat 0,5 Kg, minyak goreng 1 liter sebanyak  5 dus dan gula 96 Kg dengan berat masing-masing 1 kg. Pihaknya membantah komoditi yang dijual di pasar murah harganya masih standar.  Dicontohkanya beras dalam kemasan lima kilogram dalam kegiatan pasar murah tersebut dijual dengan harga Rp. 47,500. Harga itu  lebih murah dibanding harga beras kemasan 5 kilogram yang di  pasar umum dijual  Rp.50.000. Gula pasir Rp.12.500 per kilo di pasar Umum Rp 13.000, bawang putih Rp. 8.500 setengah kilogram. Sementara  minyak goreng Rp. 12.500 per liter dan memang  dipasar umuam ada minyak yang lebiah murah namun kualitasnya tidak terjamin. “Memamg semua jenis barang tersebut selisih atau lebih murah kisaran Rp 1.000 hingga Rp 2.000,” jelasnya.

Ketua Komisi II DPRD Gianyar, Ida Bagus Nyoman Rai menyebutkan mengapresiasi kegiatan pasar murah tersebut. Dikatakannya, memang Disperindag sudah secara rutin menggelar pasar murah. Hanya diharapkannya, pasar murah yang digelar tidak melulu di Pasar Umum Gianyar saja. “Mengapa tidak dicoba menggelar di sebuah desa yang tingkat RTS-nya lebih banyak,” terang Ida Bagus Rai. Dijelaskannya lagi, dengan pasar murah digilir di tiap desa, maka murahnya harga yang diberikan pemerintah memang dinikmati masyarakat. Sedangkan kalau menurutnya di pasar umum, justru pedagang di pasar tradisional tidak bisa menikmati keuntungan penjualan menjelang hari raya.

Terkait harga yang ditawarkan, Ketua Komisi II ini justru menyebut hal tersebut sepertinya bukan pasar murah. “Mungkin bisa disebut dijual lebih murah, karena harga yang ditawarkan tidak murah seperti sebutannya pasar murah. “Saya berharap bisa dievaluasi pelaksanaannya, dimana masyarakat di pedesaan yang lebih menginginkan adanya pasar murah, bukan di perkotaan,” tandasnya.W-010