JA Teline V - шаблон joomla Форекс
19
Thu, Oct
62 New Articles

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-Fajar Bali | Tingginya antusiasme masyarakat untuk memberi bantuan logistik kepada pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Klungkung mendatangkan persoalan baru. Senin (9/10) pengungsi di Dusun Lebah Utara, Kelurahan Semarapura Kangin mengeluhkan mie instan yang berbau apek. Meski kadaluarsanya tercatat Bulan Desember 2017 mendatang, tapi karena berbau menyengat bantuan inipun tak dikonsumsi.

Menurut relawan Made Puja, bantuan berupa mie gelas tersebut disumbangkan oleh donatur pada tanggal 4 Oktober 2017 lalu. Jumlahnya pun cukup banyak, yakni 100 dus dengan isi 100 buah di masing-masing dusnya. Sayangnya, ketika para pengungsi hendak mengkonsumsinya, tercium bau apek yang cukup menyengat.

Salah seorang pengungsi, Wayan Dana mengatakan, ia sempat mencium langsung mie gelas tersebut. Menurutnya, baunya memang berbeda tak seperti bau mie seperti biasanya. Ia mengatakan, para relawan sempat mencoba mie tersebut, dan dikatakan rasanya memang aneh. "Warga sudah mencoba dua sendok, tapi langsung tidak jadi makan. Ketua relawan di sini menyarankan agar mie tidak dimakan karena baunya apek dan rasanya beda," ujar pengungsi asal Desa Duda tersebut.

Menyikapi permasalahan ini, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Anom Adnyana menegaskan pihaknya sudah mendapat pengaduan terkait mie tersebut. Bahkan ia segera menugaskan jajaranya untuk berkeliling ke posko-posko lain yang mendapat bantuan serupa. Tujuannya agar mie tak dikonsumsi dulu.

Keesokam harinya, ia segera melakukan rapat yang dipimpin oleh Sekda Klungkung termasuk penyumbangnya pun dilibatkan. Untuk memastikan kelayakannya, saat rapat IB Andnyana mengatakan peserta rapat sempat mencicipi mie tersebut. Hasilnya tidak terjadi apa-apa. Demikian juga saat mie dicoba di posko logistik, tidak terjadi keluhan. Sehingga mie dinilai masih layak konsumsi.

"Setelah menerima laporan, besoknya saya rapat. Mie itu kita konsumsi sama-sama, masih layak dikonsumsi. Mungkin karena masing-masing mie punya rasa berbeda, kalau dibuka baunya beda juga. Tapi masih layak konsumsi itu. Besoknya kami juga terima surat dari perusahaan yang memberi bantuan, disebutkan bahwa mie yang kadaluarsa sampai Desember 2017 masih layak. Suratnya ada dan sudah saya edarkan," jelasnya ketika dikonfirmasi.

Untuk lebih memastikan hasilnya, IB Adnyana juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar. Ia menegaskan, kedua instansi ini akan melakukan pengecekan. Sehingga tidak terjadi keragu-raguan mengenai kelayakan mie terdebut.

Lebih lanjut dikatakan pula, secara umum stok logistik untuk pengungsi Gunung Agung masih aman untuk seminggu ke depan. Namun, karena keterbatasan mesin pendingin makanan, IB Adnyana menyarankan agar para donatur berkoordinasi terlebih dahulu sebelum memberi bantuan. Dengan demikian, bisa diatur waktunya, agar bantuan bahan makanan tidak menumpuk. "Tempat penyimpanan freezer ada 2, untuk tempat sosis saja sudah penuh. Mesin untuk mengawetkan makanan masih kurang. Sehingga bagi donator yang mau menyumbang, harap dikomunikasikan terlebih dahulu. Sehingga kami bisa mengatur waktu sekaligus memastikan bahan-bahan makanan yang kurang," sarannya. W-019