JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG

SEMARAPURA-Fajar Bali | Sejak menjadi tujuan utama pengungsi Gunung Agung, Kabupaten Klungkung tak hanya 'sibuk' menyediakan posko dan logistik. Pelayanan kesehatan bagi para pengungsi juga menjadi kewajiban utama. Oleh karena itu, RSUD Kabupaten Klungkung tiap hari harus melayani ratusan pasien pengungsi. Akibatnya, stok darah PMI Klungkung menyusut. Bahkan kini jumlahnya tak lebih dari 40 kantong.

Direktur RSUD Klungkung, dr I Nyoman Kesuma hingga Jumat (3/11) lalu, stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) Klungkung memang sudah menipis. Stok paling sedikit yakni untuk golongan darah AB tersisa 3 kantong, selanjutnya golongam darah O hanya tersisa 4 kantong. Sedangkan untuk golongan darah A tersisa 11 kantong dan golongan darah B sebanyak 20 kantong.

Di tengah persedian darah yang terus menipis, dr Kesuma menyampaikan kebutuhan darah justru mengalami peningkatan. Yakni sekitar 15 persen dari bulan sebelumnya. Menurutnya, sesuai catatan pada periode September-Oktober, RSUD Klungkung jumlah darah yang dipergunakan 71 kantong. Darag yang paling banyak digunakan adalah golongan O dan B. Sedangkan stok PMI untuk golongan darah O sudah sangat minim hanya 4 kantong saja. Untungnya, dalam kondisi demikian, pelayanan pasien tetap bisa berjalan normal.

"Penanganan sejauh ini sudah terlayani dengan baik. Darah yang banyak dipakai golongan B dan O. Kondisi PMI saat ini stok O yang kurang, hanya ada empat kantong,” ujar dr Kesuma beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut disampikan, salah satu penyebab menipisnya stok darah karena pasien pengungsi tidak membawa donor pengganti. Akibatnya, stok darah terus dipergunakan tanpa ada penggantian. Menyikapi permasalahan ini, dr Kesuma pun berharap masyarakat bersedia mendonorkan darahnya. Yakni dengan mendatangi unit transfusi darah PMI Klungkung. Dengan cara demikian, ia yakin persedian darah akan tetap aman.

Untuk saat ini berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung total pengungsi di Kabupaten Klungkung mencapai 15.067 jiwa. Mereka tersebar di 40 desa/kelurahan dengan 116 titik posko. Sedangkan yang ditangani oleh RSUD sebanyak 1.673 jiwa. Jumlah pengungsi yang meninggal dunia sebanyak 25 jiwa. Hingga kini total klaim pelayanan pasien pengungsi Rp. 1.315.752.110 dan total klaim pelayanan jenazah pengungsi Rp. 9.705.000. (dia)