JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG

 

SEMARAPURA-Fajar Bali | Eks Galian C di Desa Gunaksa, Klungkung kini berubah menjadi kawasan yang berbahaya. Kubangan air dengan arus keras dan kedalaman yang mencapai belasan meter kerap menelan korban jiwa. Agar tragedi serupa tak terulang, Minggu (5/11) Sat Pol Air Polres Klungkung pun memasang sejumlah papan peringatan. Masyarakat umum kini tak diperbolehkan lagi, berenang ataupun mandi di kawasan tersebut.

Kasat Pol Air Polres Klungkung,  AKP Nyoman Arnawa mengatakan pemasangan papan larangan ini sebagai upaya untuk memberi peringatan kepada masyarakat Klungkung dan sekitarnya.
"Pemasangan spanduk himbauan ini untuk mengingatkan kepada masyarakat agar tidak berenang menyeberang di bekas galian C Gunaksa, mengingat sudah banyak korban meninggal di kubangan bekas galian C tersebut," ungkapnya sekaligus berharap imbauan ini dituruti sehingga tak ada korban jiwa lagi.

Sejatinya pemasangan imbauan serupa sudah pernah dilakukan pada tanggal 21 Agustus 2017 lalu. Namun, imbauan berupa larangan kepada masyarakat agar tak beraktivitas di eks galian C rupanya belum diindahkan. Akibatnya, pada Selasa (31/10) lalu eks galian C kembali menelan dua korban jiwa yang berasal dari Situbondo, Jawa Timur. "Pemasangan dpanduk himbauan ini sudah kali kedua dilaksanakan oleh Sat Pol. Air Polres Klungkung, yang pertama pada tanggal 21 Agustus 2017. Karena baru-baru ini sudah ada dua orang lagi orang meninggal di bekas galian c gunakasa tersebut, jadi spanduk imbauan yang bertuliskan dilarang berenang, dilarang menyeberang, untuk menghindari korban tenggelam lainnya dibekas galian C tersebut dipasang lagi," imbuhnya.

Untuk diketahui, tragedi terakhir di eks Galian C Gunaksa terjadi pada Selasa (31/10) lalu. Sekitar pukul 13.00 wita, 13 orang rombongan dari Situbondo, Jawa Timur hendak liburan ke eks Galian C Gunaksa dengan menaiki mobil pic up warna hitam DK 1914 SD. Sesampai di lokasi, 8 orang dari rombongan terdebut menyebrangi kubangan menuju dermaga untuk menangkap ikan. Namun, karena 2 orang, yakni Muhlas (19) dan Farit (19) tidak bisa berenang,  akhirnya ke dua orang tersebut terseret arus dan tenggelam. Melihat kejadian itu, 6 orang temannya berusaha menolong korban, tapi karena arus sangat deras kedua korban langsung menghilang.

Lantaran tak berhasil menyelamatkan rekannya, mereka pun meminta tolong kepada pemilik warung Tomo dan pemilik warung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Dawan. Selanjutnya anggota polsek dawan mendatangi TKP bersama tim BNPB Kabupaten Klungkung dan Pol Air Res Klungkung. Sayang kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (dia)