JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM

AMLAPURA-Fajar Bali | Sehari pasca Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengeluarkan himbauan kepada para pengungsi yang berasal dari diluar 28 desa yanng dinyatakan berada dalam kawasan berbahaya, para pengungsi mulai meninggalkan tenda pengungsian. Seperti di lapangan Ulakan, sedikitnya ada 320 pengungsi memilih kembali kerumahnya masing-masing. 

Dari data yang didapat, Senin (2/10), total pengungsi yang masih menempati tenda-tenda pengungsian di lapangan Ulakan sebanyak 1.904 pengungsi yang sebelumnya 2.233 pengungsi. "Mereka mulai pulang sejak tadi pagi, sampai sekarang yang sudah pulang sebanyak 320 pengungsi," ujar I Nengah Dipta, koordinator pos Lapangan Ulakan. 

Dikatakannya, jumlah pengungsi di Desa Ulakan sendiri tersebar di beberapa tempat. Selain berada di wantilan, banjar, para pengungsi juga ditampung di rumah-rumah penduduk. "Yang terbesar pengungsinya memang ada di tenda lapangan Ulakan yang berjumlah 825 jiwa, tetapi sekarang kan sudah pulang," ujarnya. 

Sedangkan, salah seorang pengungsi yang memilih pulang dari tenda pengungsian, Luh Adi asal Dusun Jangu Desa Duda,kecamatan Selat. Ia berada di tenda pengungsian sejak 11 hari lalu karena takut terjadi letusan Gunung Agung. "Karena sekarang dikatakan aman desa kami, ya kami pulang," ujarnya. 

Hal serupa juga dikatakan Wayan Rempin asal Dusun Jangu, yang pulang pada hari ini ada sekitar 14 KK, yang semuanya tinggal di tenda pengungsian lapangan Ulakan. Dikatakan, ia beserta dua orang anak dan suaminya mulai mengungsi sejak tanggal 22 September kemarin. "Pulang karena dikatakan aman, ada 14 KK asal dusun Jangu pulang," ujarnya. Sedangkan untuk kepulangan pengungsi ini, mereka disiapkan armada mobil milik Basarnas dan Damkar Karangasem. W-016