JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM

KARANGASEM-Fajar Bali | Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak dari status awas Gunung Agung, Ketua Umum Bhayangkari sekaligus Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari Ny. Tri Tito Karnavian memberikan bantuan kemanusiaan berupa bahan pokok makanan dan uang tunai di Pasar Tradisional Sinduwati, Sidemen, Karangasem, Senin (25/9). Penyerahan bantuan didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Ayu Alit Widana dan Pengurus Bhayangkari Daerah Bali.

Kedatangan istri Kapolri ke Karangasem, disambut Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arta Dipa, Kabid Dokkes Polda Bali Kombes Pol. Dr. Agung Widjayanto, Sp.F., DFM., Kapolres Karangasem  AKBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si. dan Pengurus Bhayangkari Cabang Karangasem. Pada kesempatan tersebut, Kapolres dan Wakil Bupati memaparkan situasi terkini terkait status Gunung Agung.

Dalam paparannya AKBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si. mengatakan, sejak Jumat (22/9) lalu sekitar pukul 20.30 Wita, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Agung dinaikan levelnya menjadi status awas, dengan arti bahwa 9 kilometer dibawah puncak Gunung Agung tidak ada aktivitas manusia karena kemungkinan gunung akan mengalami letusan.

Kemudian diperluas di daerah selatan dan utara Gunung Agung yaitu 12 kilometer tidak boleh ada aktivitas manusia. Dengan adanya radius tersebut, maka banyak ada posko-posko pengungsian. “Dengan status kenaikan awas ini, dari 8 kecamatan yang ada, terdapat 6 kecamatan yang terdampak adanya gunung berapi ini. Dua kecamatan yang tidak terkena dampak letusan Gunung Agung yaitu Kecamatan Sidemen dan Manggis. Yang paling parah adalah Kecamatan Selat, Bebandem dan Kubu, hampir seluruh daerah kena rawan bencana ini,” ucap Kapolres.

Perwira melati dua dipundak itu menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menanggulangi peristiwa ini. Berdasarkan data yang ada, jumlah keseluruhan pengungsi sebanyak 54.857 orang, yang tersebar diseluruh kabupaten yang ada di Bali.

“Jadi pengungsi ini ada di 143 lokasi di Kabupaten Karangasem dan 177 lokasi di luar Karangasem. Di posko pengungsian yang ada di Kecamatan Sidemen sebanyak 7.737 jiwa, sedangkan di Desa Sinduwati terdapat 1.216 jiwa,” terangnya.

Sementara, pasokan pangan dan kesehatan dari bantuan pemerintah daerah dan pusat sudah tersalurkan dari posko terpadu yang ada di Tanah Ampo, Manggis. Polres Karangasem sudah melaksanakan kegiatan kepolisian dalam menghadapi bencana alam ini, dengan membuat rencana Operasi Kotinjensi Aman Nusa Agung II. Selain itu, personel Polres Karangasem sudah dibagi untuk melaksanakan patroli.

Dihadapan ratusan pengungsi Ny. Tri Tito Karnavian mengaku turut merasakan beban dari masyarakat yang mengalami dampak bencana peningkatan aktifitas Gunung Agung. Kehadirannya di pengungsian adalah untuk memberikan dukungan moril dan menyampaikan pesan agar para pengungsi tidak panik dalam menghadapi situasi seperti saat ini.

“Pada kesempatan ini, kami menyerahkan tali asih guna meringankan dan membantu saudara-saudara sekalian yang berada dalam pengungsian. Semoga sedikit tali asih dari kami dapat bermanfaat bagi saudara-saudara,” tegasnya.

Ketua Umum Bhayangkari itu merasa sangat prihatin atas situasi ini terutama kepada para ibu-ibu, lansia dan anak-anak. Untuk itu, pihaknya meminta secara khusus kepada pemerintah daerah untuk memprioritaskan penanganannya, mengingat para pengungsi ini sudah mengalami perunanan dari segi tingkat kekuatan fisik.

“Pemerintah daerah agar bisa mengantisiapasi semua hal-hal yang berisiko terhadap para ibu-ibu, lansia dan anak-anak. Saya yakin bahwa pihak-pihak dari segala instansi sudah memperhatikan hal ini,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan akan menerjunkan para Polwan Polda Bali untuk memberikan trauma healing di pengungsian. Para Polwan diminta untuk menghibur anak-anak, sehingga mereka merasa terhibur, gembira dan tidak trauma saat berada di pengungsian. “Kami berharap agar kejadian atau musibah ini cepat berlalu, sehingga para pengungsi dapat kembali pulang dan berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat dan selamat,” tutupnya.

Usai memberikan bantuan di Desa Sinduwati, Sidemen, rombongan Ketua Umum Bhayangkari mengunjungi posko pengungsian di GOR Swecapura, Klungkung. Di posko ini, Ny. Tri Tito Karnavian kembali menyerahkan bantuan berupa 6 ton beras. Selain itu, juga akan menyerahkan peralatan dapur berupa panci untuk dipergunakan di dapur umum. Tidak hanya itu, rombongan Bhayangkari juga menyempatkan waktunya untuk meninjau pos kesehatan, dapur umum dan berinteraksi dengan para pengungsi yang berada di dalam tenda. R-005