JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM

AMLAPURA-Fajar Bali | Aparat kemanan mulai bertindak tegas terhadap membandelnya masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang tidak mau mematuhi himbauan aparat keamanan untuk meninggalkan wilayahnya. penyebaran surat pernyataan kesanggupan menanggung resiko secara pribadi bukan berarti aparat keamanan lepas tangan terhadap persoalan itu, tetapi agar bisa menjadi bahan pertimbangan bagi warga sehingga mau untuk mengungsi.

Kapolres Karangasem, AKBP I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si, Rabu (25/10) mengatakan,aparat gabungan tetap bersiaga berjaga di wilayah KRB yang ditinggalkan mengungsi. Sedikitnya, kata Gede Ardana, Kepolisian,TNI dan masyarakat telah membangun 25 pos portal penghalang memasuki wilayah KRB. “Setiap yang akan memasuki wilayah-wilayah KRB kita tanya keperluannya apa,” ujar AKBP Wayan Gede Ardana.

Pos portal tersebut, kata Wayan Gede Ardana,telah dilaksanakan sejak Gunung Agung dinyatakan awas oleh Pusat Vulkanologi,dan Mitigasi,Bencana Geologi (PVMBG) Kementrian ESDM. Hal ini untuk mengantisipasi jangan sampai aparat keamanan kecolongan disaat terjadi erupsi. “Patokan kami adalah rekomendasi PVMBG, sepanjang masih berstatus awas, ya kita tetap siaga,” ujarnya.

Namun, kata Kapolres asal Dusun Padangtunggal, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem ini, walau pihaknya telah melakukan upaya pencegahan agar warga mengosongkan wilayah KRB, pada kenyataanya masih ditemukan beberapa warga yang tetap tinggal dan enggan mengungsi dengan berbagai alasan. Pihaknya pun telah beberapa kali memberikan sosialisasi secara kontinuitas dan melakukan teguran simpatik pada warga yang masih berada di wilayah KRB. “Wilayah KRB semestinya steril dari aktivitas masyarakat, namun tetap ada yang masih tidak mau mengungsi,” ujarnya.

Melihat kondisi itu, kata Kapolres pihaknya bersama Dandim 1623 Karangasem dan pihak Pemda Karangasem sepakat untuk membagikan Surat Pernyataan Kesanggupan Menanggung Resiko Secara Pribadi” bagi warga yang masih tinggal di wilayah KRB. Pembagian surat itu, sebut Wayan Gede Ardana bukan berarti aparat keamanan lepas tanggungjawab, Tetapi ini merupakan langkah tegas yang diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi warga sehingga mau untuk mengungsi. “Upaya dengan cara sosialisasi sudah kita lakukan, tetapi pada kenyataanya masih ada warga yang membandel,” ujarnya lagi.

Langkah itu, untuk meminimalisir jumla korban jiwa jika secara mendadak Gunung Agung erupsi. Ia pun menyebutkan, untuk memberikan rasa aman kepada para pengungsi yang meninggalkan wilayahnya mengungsi, pihaknya pun terus patroli untuk membantu warga menjaga harta bendanya. “Patroli terus kita lakukan, jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi,” pungkasnya. (bud)