JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM

 

AMLAPURA-Fajar BaliBerada di pengungsian tentunya tidak mengenakan bagi masyarakat, apalagi dalam jangka cukup lama yang tanpa ada aktivitas seperti layaknya saat berada di tempat tinggalnya. Pemkab Karangasem pun terus berupaya memutar otak agar para pengungsi ini tidak saja hanya berdiam diri dilokasi pengungsian. Salah satunya, dengan memberdayakan para pengungsi agar bisa mendapatkan bilai tambah walaupun berada diposko pengungsian.

 Bupati IGA Mas Sumatri, Senin (23/10) kemarin mengakui, jika pihaknya telah merancang program yang bisa menyentuh para pengungsi. Program yang dimaksud,kata IGA Mas Sumatri dengan meminta jajaranya untuk ikut bersama-sama membuat program pemeberdayaan para pengungsi. “Kita lihat pengungsi di beberapa tempat mereka sudah diberdayakan, tidak ada salahnya program itu nanti kita patenkan,” ujar Bupati IGA Mas Sumatri.

 IGA Mas Sumatri mengatakan, pihaknya pu  tidak ingin membuat warganya berada di dalam pos pengungsian. Akan tetapi, demi keselamatan nyawa hal itu harus dilakukan mengingat status Gunung Agung belum ada tanda-tanda penurunan aktivitas. “Ini adalah cobaan yang cukup berat, berada di lokasi pengungsian tentu tidak nyaman,” ujarnya lagi.

 Terobosan dengan meminta masing-masing OPD menjadi semacam bapak atau ibu asuh bagi para pengungsi, bisa dilakukan dengan memberikan keterampilan. Salah satu yang paling gampang dilakukan dengan meminta para pengungsi membuatan aneka kerajinan atau sarana persembahyangan. “Untuk modalnya, bisa sajamasing-masing OPD memberikan bahannya, sekaligus membantu menjualnya. Apalagi dalam waktu dekat ini akan hari raya tentunya hasil mereka bisa dijual,” ujarnya.

 Beberapa daerah yang menerima pengungsi dari Karangasem sendiri, kata IGA Mas Sumatri telah melakukan hal tersebut. ia pun mencontohkan, kabupaten Badung yang merekrut para pengungsi laki-laki untuk dipekerjakan di sejumlah tempat. “Yang paling dekat adalah pengungsi di Desa Padangbai, mereka diberikan bahan ke pengungsi, para pengungsi tinggal membuatnya, dan hasilnya dibeli masyarakat setempat,” ujarnya lagi.

 Aktivitas tersebut, kata Bupati setidaknya akan menghilangkan rasa jenuh para pengungsi. Apalagi, kalau yang laki-laki juga bisa bekerja di dekat lokasi pengungsian. Pun dikatakan, untuk memuluskan program itu, bupati mengaku bakal menggodoknya bersama pimpinan OPD. “Dalam waktu dekat ini kita kumpulkan pimpinan OPD, termasuk merumuskan program jangka panjangnya seperti apa,” ujarnya IGA Mas Sumatri. (bud)