JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM

 

AMLAPURA-Fajar Bali | Selain berada di Kabupaten Karangasem, para pengungsi juga tersebar di kabupaten/kota di Bali. Kondisi ini membuat pimpinan wilayah Karangasem belum bisa menjangkau lokasi-lokasi pengungsian. Bahkan, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri harus membagi waktu agar bisa menengok warganya yang berada di pengungsian. Seperti pada Sabtu, (21/10) bupati menyempatkan diri untuk melihat pengungsi di Dusun Kembangmerta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Dalam kesempatan itu, bupati berpesan agar para pengungsi merayakan hari raya Galungan dan Kuningan dilokasi pengungsian.

Posko Peduli Kembangmerta merupakan salah satu dari lima posko pengungsian yang berada di Kabupaten Tabanan. Lima titik pengungsian di Tabanan  yakni, Kecamatan Baturiti, Marga, Samsam Kerambitan, Penebel serta Kota Tabanan. Kelima tempat tersebut sebagai posko pengungsian bagi warga pengungsi Tanggap Bencana Erupsi Gunung Agung  asal Karangasem sejak tanggal 23 September 2017 lalu. Dan di posko Kembangmerta warga pengungsi berasal dari empat desa dan dua kecamatan masing-masing  Desa Linggasana, Kecamatan Bebandem, Desa Sebudi, Badeg Dukuh dan Desa Telun Buana Kecamatan Selat  warga pengungsi yang tinggal di posko Dusun Kembangmerta sebanyak 1261 jiwa dan mereka menetap di Balai Banjar Dusun Kembangmerta.

BACA JUGA:

Pemkab Karangasem Batasi Pemedek ke Besakih

320 Pengungsi Pulang dari Posko Ulakan

 

Setibanya di lokasi, rombongan bupati disambut Kadis Sosial Tabanan, I Gede Nyoman Gunawan, Kalaksa BPBD Tabanan Sucita, Camat Baturiti I Ketut Ridia, Kepala Desa Candi Kuning I Made Mudita, Bendesa Adat Candi Kuning I Nengah Sukita beserta masyarakat desa setempat dan seluruh warga pengungsi. Gede Nyoman Gunawan menyampaikan, Pemkab Tabanan siap membantu dan menerima pengungsi. Pihaknya juga  mengatakan, untuk logistik selama 30 hari kedepan ini, PemkabTabanan belum pernah mengambil bantuan logistik dari Posko Induk Tanah Ampo Karangasem. “Selama ini seluruh kebutuhan pengungsi diambilkan dari bantuan Pemkab. Tabanan dan para donatur,bila saatnya nanti kekurangan logistic barulah akan memohon logistic ke Posko Induk,” ujarnya.

Sementara Bendesa Adat Desa Candi Kuning I Nengah Sukita menyampaikan, keberadaan warga pengungsi di posko Kembangmerta yang semuanya dalam keadaan sehat. Dan warga pengungsi sering diajak dalam persembahyangan bersama di Pura Desa Candi Kuning untuk diberikan pemahaman bahwa kita semua bersaudara dan berhak saling bantu antar sesama. Untuk mengisi kekosongan waktu agar tidak jenuh mereka diajarkan pula cara bercocok tanam. "Terkait perayaan hari Raya Galungan yang akan datang, mereka warga pengungsi bisa melakukan persembahyangan di Pura Melanting yang ada di Dusun Kembangmerta," katanya.

Pemberian babi saat hari penampahan galungan nanti,kata Sukita, selain untuk menyatukan hati antar kedua warga masyarakat,agar  warga pengungsi tidak selalu ingat akan Karangasem namun ingat akan Bedugul terlebih dulu sampai keadaanya tenang. “Kita tidak tahu kapan ini akan berakhir jadi kami sudah sepakat untuk menyumbang babi kepada pengungsi," ujar Sukita.

Dalam kesempatan itu Bupati Mas Sumatri dihadapan warga pengungsi berpesan agar dimanapun berada untuk senantiasa selalu ingat dengan Ida Hyang Widhi dengan tetap berdoa mohon agar situasi ini cepat berlalu dan status awas aktifitas vulkanik Gunung Agung cepat turun dan kembali normal. Mas Sumatri pun tidak lupa menyampaikan terimakasi pada semua unsur yang telah menerima dan membantu warga Karangasem. Mas Sumatri juga menyampaikan permintaan maafnya kepada warga pengungsi karena baru kali ini bisa berkunjung ke Desa Candi Kuning Tabanan. “Kami berharap Jero Bendesa agar senatiasa memberikan dulu tempat medunungan bagi warga pengungsi Karangasem karena, Gunung Agung masih dalam status awas,dan warga pengungsi tetap sabar tinggal di pengungsian,” ungkapnya.

Bupati juga berpesan kepada para pengungsi untuk tetap menjaga kesehatan dengan tetap mandiri dan tidak terlalu merepotkan masyarakat desa setempat. Bupati juga meminta agar pengungsi selalu mengisi waktu dengan beraktifitas yang positif sesuai bakat dan keahlian serta jagalah kebersihan lingkungan sekitarnya. Untuk hari Raya Galuangan nanti, Mas Sumatri kembali berpesan agar warga pengungsi tetap melakukan persembahyangan di tempat pengungsian karena status Gunung Agung masih di level IV (awas). "Rayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Posko Pengungsian karena situasi masih status awas, karena dimanapun berada kita bisa melakukan persembahyang di Pura Desa tempat kita medunungan. Buatlah penjor dengan sarana banten guru piduka dan ayunan putih kuning," pungkasnya. (dia)