JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM

 

AMLAPURA-Fajar BaliSejak ditetapkan pengosongan wilayah pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III,masyarakat tidak diijinkan untuk berada di kawasan-kawasan terlarang tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama. Salah satu wilayah yang termasuk KRB III adalah kawasan Pura Besakih, Pemkab Karangasem pun melakukan pembatasan masyarakat yang akan melakukan persembahyangan di pura terbesar tersebut. Bahkan, pemerintah Kabupaten Karangasem pun sementara waktu menghentikan untuk sementara Badan Pengelola Besakih.

 Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, Kamis (19/10) mengakui, pembatasan pemedek yang ingin melaksanakan persembahyangan berkaitan dengan keamanan masyarakat itu sendiri. Artha Dipa mengatakan, meski  situasi Gunung Agung berstatus awas,kegiatan upacara tidak boleh dihentikan. “Untuk di Pura Besakih tentu kita akan menghentikan kegiatan upacara disana, akan tetapi harus dibatasi orangnya,” ujar Artha Dipa saat ditemui di kantor bupati Karangasem.

 Apalagi kata Artha Dipa, dalam waktu dekat ini umat Hindu akan ada hari Raya Galungan dan Kuningan, tentunya upacara yang berhubungan dengan Tuhan tidak bisa dihentikan begitu saja. Bali, kata Artha Dipa sangat berbeda karena mempunyai keyakinan masyarakat Bali dengan Tri Hita Karana tidak bisa dipisahkan. “Kami percaya dengan teknologi, tetapi hubungan dengan tuhan adalah yang pertama,” ujarnya.

Kegiatan upacara seperti halnya Hari Raya Galungan harus tetap digelar, akan tetapi menurut Artha Dipa, tidak bisa dilaksanakan seperti halnya saat dalam situasi normal. Khusus di Pura Besakih sendiri, menurutnya kegiatan-kegiatan upacara dilakukan oleh umat setempat dengan sangat terbatas.

“Di Pura Besakih ada pertimbangan khusus, kegiatan upacara juga tidak boleh terputus, namun dilakukan oleh umat sekitar dan terbatas,” ujarnya.

 Sedangkan, terkait keberadaan Badan Pengelola kawasan Pura Besakih, Artha Dipa mengakui jika BP sementara waktu dihentikan. Namun, BP Besakih akan diaktfkan lagi ketika situasi sudah mulai normal kembali. “Kegiatanya kan sudah tidak ada, karena kawasan Besakih merupakan zona bahaya dan tidak boleh ada aktivitas disana,” ujarnya lagi.(bud)