JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR

GIANYAR-fajarbali.com | Pasar Yadnya Blahbatuh, Gianyar telah rampung dibangun Tahun 2015 lalu. Bangunan yang terletak di Utara Lapangan Astina Blahbatuh ini menghadap ke timur namun nampaknya sepi pedagang. dalam pasar ini terdapat 103 kios, dan hampir semua kios tutup tanpa pedagang. Di sisi lain, Desa Pakraman yang diberikan sebagai hak kelola dipusingkan dengan hal tersebut, mengingat sebagai pengelola tidak mendapatkan retribusi dari pengelolaan pasar.

Kepala Pasar Blahbatuh, Wayan Gunasta, Selasa (7/11) menyebutkan sesuai SK Menteri Dalam Negeri, pihak pengelola berharap Pemkab Gianyar menghibahkan kepada pengelola. Yang mana pengelolanya adalah Desa Blahbatuh sendiri.

“Kami sendiri tidak mengetahui alasan pedagang untuk membuka kiosnya, bahkan kios yang tersedia hanya dijadikan gudang,” terang Wayan Gunasta.

Gunasta sendiri berharap Pemkab segera menghibahkan pasar tersebut. sehingga Desa Pakraman Blahbatuh sendiri bisa  menerapkan kebijakan-kebijakan tertentu agar pasar tersebut segera aktif. Berdasarkan data pihak pengelola pasar, tahun 2011, pasar ini dibangun menggunakan dana swadaya Desa Pakraman Blahbatuh. Di tahun 2012 pembangunannya dibantu Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 6 miliar lebih. Pengerjaan berlangsung hingga rampung tahun 2015. 

Tepat 30 Januari 2017 Kemendagri menyurati Pemda Gianyar. Isi surat tersebut berisi tentang Pasar Yadnya yang dibangun menggunakan APBN ini dihibahkan ke Pemda Gianyar. Melalui Pemda Gianyar, pasar ini dihibahkan pada Desa Pakraman Blahbatuh.

 “Sudah beberapa kali kami mendatangi Disperindag Gianyar agar pasar segera dihibahkan. Tapi sampai sekarang belum juga. Pemda memang sudah memerintahkan kami agar memfungsikan pasar ini. Tapi hanya perintah lisan,” terang Gunasta lagi.

Gunasta juga menyebutkan kalau sampai tahun depan belum juga dihibahkan secara formal, dalam rapat antar prajuru disepakati, baik pedagang berjualan atau tidak, tetap kena biaya kontrak. Biaya ini menurutnya untuk menunjang kelengkapan bangunan.

Wabup Gianyar, Made Agus Mahayastra mengatakan, pihaknya memang belum mengibahkan secara resmi pasar ini ke Desa Pakraman Bahbatuh. Hal tersebut dikarenakan pengerjaan pasar itu menggunakan dana DAK, sehingga ada ketentuan teknis yang harus dipertimbangkan. Wabup Mahayastra menyebutkan sebelum menyerahkan mesti mempelajari konsepnya,

 “Sedangkan secara lisan kami sudah perintahkan agar desa pakraman menjalankan pasar sesuai konsepnya. Silakan jalankan sesuai awig disana, jangan ragu-ragu, yang terpenting sesuai dengan mekanisme pengelolaan pasar,” tutupnya. (sar)