JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Selamat Melahirkan di Pengungsian

Sejumlah pengungsi di Lapangan Sutasoma, Minggu (24/9) kemarin mendapat hiburan dari Grup Musik Macekepung, Reggae Matan Ai dan vokalis Rai Peni. Grup Macekepung sendiri membawakan lagu andalannya, Tuak Adalah Nyawa dan beberapa lagu lain yang dibawakan sendiri oleh Rai Peni.

GIANYAR-Fajar Bali | Disela-sela member hiburan, Rai Peni menyebutkan dirinya beserta grup music di Gianyar berusaha menghibur pengungsi yang berada di Lapangan Sutasoma. Selain itu, Rai Peni sebelum pentas, pagi harinya sempat melakukan penggalian dana dan langsung diserahkan ke panitia di Lapangan Sutasoma. Dalam kesempatan tersebut, Rai Peni mengajak seluruh warga Bali berdoa dan diberikan ketabahan dan kerahayuan.

Sebelumnya, Kadisdik Gianyar, Made Suradnya menjelaskan seluruh sekolah yang dekat dengan pengungsi harus siap menerima limpahan anak sekolah dari pengungsi. “Apapun kondisinya, siswa tersebut harus diterima. Bahkan kalau perlu, angkutan sekolah kami siapkan untuk bias sekolah,” jelas Suradnya. Dikatakannya, pendidikan anak di lokasi pengungsian juga tidak boleh terlantar, “Dan mereka mau bersekolah saja, saya sangat bersyukur,” jelasnya. Terkait dengan siswa SD sampai SMA nantinya akan dikoordinasikan oleh UPT Pendidikan Kecamatan Sukawati dan langsung mendata jumlah siswa.

Sedangkan di DPC PDI-P Gianyar, Minggu kemarin sudah terdapat 26 warga dari 7 KK pengungsi. Sekretaris DPC PDI-P Gianyar, Wayan Tagel Winarta menyebutkan DPC PDI-P sendiri memiliki wantilan dan mampu menampung sekitar 100 pengungsi. „“Bila dibutuhkan, DPC PDI-P siap menampung 100 warga pengungsi. Kami juga siapkan logistik dan dapur umum,“ terang Tagel Winarta. Sedangkan DPC PDI-P juga sedang memikirkan bagaimana menampung ternak milik pengungsi,. Selain terjamin pakan ternak juga ada ketersediaan air.

Sedangkan terkait dengan maraknya penggalian dana di sejumlah tempat di Gianyar, anggota Fraksi PDI-P, Made Ratnadi berharap penggalian dana yang dilakukan benar-benar sampai kepada yang berhak. “Ada saya lihat penggalian dana, saya kira itu sangat bagus. Namun lebih bagus lagi sepengetahuan klian banjar atau kepala desa,“ terang Ratnadi. Yang ditakutkan Ratnadi, penggalian dana itu dipakai kesempatan oknum tertentu, dan Ratnadi berharap kecurigaan itu tidak terjadi.

 

Bayi Pengungsi Lahir Selamat

Dalam kondisi pengungsian, RS Sanjiwani Gianyar juga menerima pasien ibu hamil. Seorang warga berhasil melakukan persalinan dengan selamat. Sebelumnya, ibu-ibu hamil dirundung perasaan was-was sehingga ibu hamil mengalami pilek dan pendarahan. Pasangan Wayan Ariawan dengan Ni Nyoman Asatriani  asal Desa Selat Duda Karangasem akhirnya bisa bernafas lega, selain bisa melahirkan dengan selamat, dirinya dikaruniai putra. „“Bersyukur lahir dengan selamat, saya sangat khawatir karena kelahirannya mendahului jadwal,“ terang Astriani.

Astriani menyebutkan dirinya sempat tinggal di8 pengungsian selama dua hari dan Sabtu lalu dirinya merasa mual dan mules. Proses persalinanan pun berjalan lancar dan  bayi laki-laki  lahir dalam kondisi sehat. “Saya sangat bersyukur, tiga anak kami sebeluamnya semuanya perempuan. Terima kasih kepada petugas di pengungsian dan semuanya yang telah membantu kami selama pengungsian,” terangnya.

Sedangkan kondisi ibu hamil Ida Ayu Mulani dengan suami Ida Bagus Putu Warsa Pratama, asal Desa Culik itu harus mendapat perawatran intensif setelah mengalami pecah ketuban. Ida Bagus  pun sangat berharap, kondisi bayi dalam kandungan tetap sehat, demkian kesehatan istrinya. “Semenjak ada peningkatan status Awas, semua warga desa panic, apalagi istri saya yang sedang hamil dan langsung sakit perut dan keluar cairan,’’ terang IB Warsa Pratama. Saat ini istrinya sedang menjalani pemeriksaan intensif dari dokter RS Sanjiwani.W-010