JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR

GIANYAR-Fajar Bali | Komang Cahyendra tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya, mengingat tebing di samping rumahnya di Desa Penestanan kembali longsor. Tebing yang setinggi 10 meter tersebut sebelumnya, 10 Oktober lalu longsong dan Selasa (24/10) dini hari kembali longsor.

Cahyendra sendiri bersama keluarga sudah berniat akan membuat penahan longsoran tersebut dengan memasang pondasi sumuran sejenis cakar ayam. “Kami frustasi, padahal maunya memasang pondasi cakar ayam, namun tertimbun longsoran lagi,” jelas Cahyendra. Sehingga dengan kondisi tersebut dirinya terpaksa mengulang dari nol untuk memasang beton penahan longsor. “Ya, jam 2 dinihari tadi kembali longsor, padahal mau pengerjaan beton. Pondasinya terurug dan dimulai dari nol lagi,” tuturnya sedih.

Namun Cahyendra sendiri bersyukur, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, walau longsoran itu sudah dekat dengan rumahnya. Sebelumnya, ia meminta ahli teknik dari Sipil Unud untuk mendesain penahan longsoran, namun alam berkehendak lain.

 Di sisi lain, longsoran ini menutup sebagian akses dari Penestanan menuju Campuhan, Ubud. Bersyukurnya, saat kemarin kunjungan wisatawan ke lokasi tersebut relatif sedikit, sehingga tidak sampai terjadi kemacetan parah. Sedangkan arus lalulintas juga sudah dialihkan ke jalur lain agar tidak terjebak kemacetan. Mengingat BPBD Gianyar sendiri sebelumnya menangani bencana longsor di tempat lainnya. Bahkan Bendesa Pakraman Penestanan, Wayan Iwan Sugiawan juga sempat turun ke lokasi untuk menghubungi BPBD Gianyar agar segera melakukan penanganan. Iwan Sugiawan sendiri berharap Pemkab Gianyar bisa membantu warga yang rumahnya rawan longsor tersebut. ‘’Tebingnya memang milik pribadi, warga setempat. Namun dampaknya bila longsor, pariwisata yang kena imbas,’’ terang Iwan Sugiawan.

 Kepala BPBD Gianyar, AA Oka Digjaya saat dikonfirmasi menyebutkan selain pasukannya dikerahkan untuk menangani bencana ditempat lain, BPBD sendiri sedang menunggu alat berat yang dimiliki PU Gianyar. ‘’Material longsornya selain tanah, ada juga batu-batu besar, sehingga membutuhkan alat berat,’’ jelas Oka Digjaya. Mengingat bila menggunakan tenaga manual, akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengevakuasi longsoran tersebut. ‘’Ya, bersabar dulu. Kalau tidak hari ini, besok kami evakuasi. Alat beratnya terbatas,’’ jelasnya lagi.W-010