JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR

GIANYAR-Fajar Bali | Patung dengan bahan perak murni seberat 500 kg digarap seniman muda Gianyar, Komang Suryambawa. Patung Naga dengan konsep Dewata Nawa Sanga ini bernilai miliaran rupiah dan diharapkan bisa menembus patung naga terbesar di dunia yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian.

Patung Naga ini di Tahun 2018 akan dipajang di museum perak di Denpasar. Suryambawa asal Dusun Cao, Desa Pupuan Tegalalang menggarap patung ini sejak awal Tahun 2017 ini, yang mana akan terdapat sembilan naga raksasa yang terangkai menjadi satu. Sedangkan bahannya menggunakan perak murni sekitar 500 kg.

Suryambawa mengaku kalau bakatnya mematung dengan perak belajar secara otodidak. Dirinya sejak lama memiliki angan-angan membuat patung naga dan kebetulan ada yang memberikan dukungan dari pengusaha lokal.

“Kalau ditaksir, dana yang dihabiskan melebihi sepuluh miliar, pembuatannya juga sangat rumit,” jelas Suryambawa, Minggu (22/10) lalu. Tingkat kerumitannya ada pada saat pembuatan kepala, sisik dan ornament pendukung lainnya.

Dijelaskan, pembuatan patung ini memang diimpikannya dan baru bisa terealisasi tahun 2017 ini. “Saya menyukai naga, binatang ini tidak riil dan penuh imajinasi dengan syarat makna,” jelasnya.

Dirinya berkeinginan menggarap patung naga dengan konsep Dewata Nawa Sanga yang memberikan makna keabadian dan kemakmuran. Diakuinya, perwujudan naga buatannya lebih condong mirip dengan model naga dari Cina.

“Modelnya seperti naga dari Cina, lebih mudah mengekpresikan dan saya kombinasikan dengan naga seperti di Bali,” bebernya.

Secara umum, patung ini baru rampung sekitar 60% dan diyakini bisa selesai diakhir tahun 2017 ini. Dijelaskan, patung ini secara rangka utama sudah selesai dan akan memasuki tahap finishing.

“Patung ini akan diabadikan di museum perak Denpasar, dan kami berharap bisa menembus rekor MURI dan rekor dunia untuk patung naga berbahan perak terbesar di dunia,” harap Suryambawa. W-010