JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR

 

GIANYAR-Fajar Bali | Bagi perempuan yang sudah menikah, salah satu yang menjadi ancaman adalah Kanker Serviks. Di sisi lain, virus kanker ini sangat sulit dideteksi apalagi bila perempuan tersebut tidak pernah memeriksakan kesehatan bagian vitalnya.

Di sisi lain, Kejaksaan Tinggi Bali melalui Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) memberikan perhatian khusus terhadap penanggulangan penyakit ini. Kejati Bali bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melakukan safari kesehatan dengan memberikan pelayanan test inspeksi asam asetat, kryo terapi dan mamografi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 3.980 perempuan, didapati 195 perempuan positif kanker serviks. dimana kasus ini sebagian besar terjadi di Kota Denpasar dan Badung. “Yang jelas sudah terdeteksi 195 perempuan, semuanya sudah menikah dan ada yang sudah stadium IV dan kita rujuk ke rumah sakit,” jelas Kesuma yang ikut dalam safari, Jumat (20/10) di Kejari Gianyar.

Disisi lain, dari 800 perempuan yang melakukan IVA Test, sebanyak lima orang harus mendapatkan pelayanan mamografi mengingat terindisikasi positif kanker serviks. perempuan ini diperiksa dan diberikan pelayanan mamografi secara gratis, setelahnya bisa melakukan kontroling,” tambah Kesuma. Dijelaskan Ketua IAD Gianyar, Putri Bayu A Arianto, kanker jenis ini merupakan penyebab kematian terbesar di dunia.

Putri Bayu Arianto menjelaskan kanker serviks ini disebarkan oleh virus human papillomavirus (HPV). dikatakannya virus ini masuk begitu saja ke tubuh manusia dan tidak bisa dideteksi kehadirannya. “Virus ini datang begitu saja ke tubuh manusia dan tidak ada cara untuk menghindarinya,” jelas Putri Bayu.

Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata menyampaikan keprihatinannya atas ditemukannya perempuan Gianyar yang terkena kanker ini. Diharapkannya, Dinas Kesehatan Gianyar agar lebih intens melakukan sosialisasi dan penyuluhan bahkan sampai ke pelosok-pelosok. Dikatakan Agung Bharata, virus HPV ini menjadi cikal bakal terjadinya kanker serviks. “Virus ini dapat menyerang perempuan yang menikah terlalu kuda atau yang suka gonta ganti pasangan,” jelasnya. Selain meminta Dinas Kesehatan Gianyar melalukan sosialisasi, diharapkan juga kepada masyarakat untuk selalu menjaga pola hidup yang sehat dalam berumah tangga.W-010