JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA

NEGARA- Fajar Bali | Kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,5 kilogram yang ditangani jajaran Dit Reskrim Narkoba Polda Bali dan jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara, Selasa (24/10). Pada kasus narkoba ini, tersangka Adib (47) asal Lamongan Jawa Timur sebelumnya ditangkap petugas Dit Reskrim Narkoba Polda Bali di Jalan Udayana Negara, Selasa (5/9) lalu.

Pelimpahan kasus ini, karena lokasi kejadiannya ada di Jembrana. Pelimpahan tahap II kasus ini, dipimpin Penuntut Umum Kejati Bali Dewa Gede Anom Rai dan Dewa Gede Ngurah Sastradi dan jajaran Polda Bali diterima Kasi Pidum Kejari Negara Putu Agus Eka Sabana Putra. 

Sesuai data yang diperoleh, tersangka Adib ditangkap oleh jajaran Dit Reskrim Narkoba Polda Bali di Jalan Udayana Desa Kalikah Negara, Ketika itu, Adib menumpang bus dengan tujuan Denpasar. Polisi sudah melakukan penyelidikan sebelumnya dan akhirnya berhasil menggeledah tas yang dibawa tesangka. Tas kain warna hitam berisi kantong warna putih ternyata berisi 15 paket plastik klip dengan total seluruhnya memiliki berat 1,5 kilogram.

Tak hanya itu ditemukan juga HP merk Samsung warna putih dan HP merk Nokia merah muda. Polisi juga melakukan pengggeledahan di rumah kontrak pelaku di daerah Monang Maning pada malam harinya. Di rumah itu ditemukan timbangan digital, dua lakban dan plastik bening dua bendel, ATM BCA, uang Rp 5 juta serta dua slip penarikan BCA. Dalam kasus ini, Adib dijerat pasal 114 ayat 2 pasal 112 ayat 2 UURI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Adib mengaku baru dua kali jadi kurir narkoba jenis sabu-sabu. Dia juga mengaku kadang menggunakan barang haram tersebut. “Kalau saya capek, ya kadang pakai juga,” ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum Kejati Bali Dewa Gede Anom Rai kemarin menjelaskan pelaku Barang bukti sabu-sabu yang berhasil diamankan seberat 1,5 kilogram dengan nilai Rp 2,5 miliar. Barang haram tersebut diterima oleh pelaku di daerah Sidoarjo dengan arah tujuan ke Denpasar. Tetapi belum sampai ke tujuan, polisi sudah menyergapnya di Jembrana.

Sementara, pihak Kejari Negarai setelah menerima pelimpahan, akan membentuk tim untuk merampungkan dakwaan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Negara. Kasi Pidum Kejari Negara, Putu Agus Eka Sabhana Putra mengatakan pihaknya memiliki waktu dua puluh hari dan dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Pengadilan.(pra)