JA Teline V - шаблон joomla Форекс

JEMBRANA

NEGARA- Fajar Bali | Dua pelaku percobaan perampokan di gudang PT Sinar Sosro Cabang Negara yang berlokasi di Desa Banyubiru pada Senin (16/10) lalu, akhirnya berhasil dibekuk jajaran Reskrim Polres Jembrana, Jumat (20/10).

Dua perampok itu di antaranya Bambang Hendrawan (49) warga Dusun Curah Malang ditangkap di Desa Grundul Kecamatan Rambi Puji, Jember dan M Holili (35) asal Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember. Keduanya ditangkap di Desa Grundul Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten. Sebelumnya aksi percobaan perampokan dilakukan lima orang, dua diantaranya yang sudah tertangkap berhasil digagalkan dengan dilakukan perlawanan oleh dua orang satpam Gudang PT Sinar Sosro.

Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai, Selasa (24/10) menyampaikan kedua pelaku perampokan ini merupakan sindikat dan salah satunya adalah residivis. Lantaran saat dilakukan penangkapan keduanya melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri, sehingga petugas melakukan penembakan pada bagian kakinya. Sedangkan tiga pelaku lainnya, kini masih dalam pengejaran atau DPO, di antaranya  inisia AS, KN dan TN. Ketiganya sudah diketahui identitasnya, namun kini masih dilakukan pengejaran.

Pengungkapan aksi perampokan ini, berawal hasil olah TKP oleh penyidikan ditemukan bukti petunjuk berupa struk atau bil pembelian sebilah pisau serta latban pada salah satu swalayan di Negara. Berdasarkan petunjuk itu, kemudian dikembangkan ke CCTV pada toko tersebut, pada jam dan waktu yang tertera. Saat dilihat rekaman CCTV, muncul gambar kedua pelaku tersebut. Selanjutnya melakukan koordinasi dengan Polda Jatim dan mendapat informasi kedua pelaku itu merupakan sindikat curas. “Dari petunjuk itu, kami berhasil melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut, empat hari setelah terjadinya aksi percobaan perampokan di gudang PT Sinar Sosro di Banyubiru,” ujar Kapolres kemarin. Mereka ditangkap di wilayah Klaten , saat menemui istrinya.

Disebutkan pelaku Bambang berperan belanjar peralatan untuk melakukan perampokan dan saat di gudang Sosro juga berperan melakukan penyerangan terhadap petugas Satpam. Sedangkan M. Holili juga ikut belanja peralatan dan juga ikut menyerang satpam di Gudang Sosro dengan  menggunakan pisau dan sempat melempar botol sosro  kosong serta mengeluarkan kata -kata ancaman hendak menembak satpam.  Lalu tiga pelaku lainnya, yakni inisial TN berperan sebagai sopir mobil dan AS juga berperan menyerang satpam serta sebelumnya membuat lubang tembok di areal gudang tersebut. Selanjutnya pelaku inisial KN sempat melempar pisau ke arah Satpam. “Sekarang ketiga pelaku lainnya, masih dalam pengejaran atau DPO,” ujarnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya linggis, clurit atau sabit, pisau, cadar warna hitam milik pelaku, pecahan botol sosro yang dipakai melempar kaca pos satpam, lalu batu untuk melempar tempat pos security, satu buah obeng, satu buah kunci segitiga, satu buah rumah kunci, satu buah struk belanja di Rahayu dan HP milik pelaku juga di amankan. Kedua pelaku yang tertangkap kini ditahan di Polres Jembrana dan dijerat pasal 365 jo 53 KUHP dan pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951.

Sementara, Bambang kemarin mengaku dia bersama kawannya datang dari Jawa langsung ke Bali. Dia juga mengaku kalau yang mengatur aksi perampokan tersebut adalah inisial A. Saat itu katanya tidak membawa senjata api, namun hanya gertak saja. “Kami masuk ke gudang itu, targetnya barang dan uang,” ujarnya. Saat menyerang satpam dia membawa linggis sedangkan kawanannya inisial A juga ikut menyerang. Bahkan dia mengaku juga pernah di penjara satu tahun di Jawa Timur.  W-003