JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG

SINGARAJA – Fajar Bali | Pembangunan beberapa imprastruktur yang akan dilaksanakan di Kabupaten Buleleng sepertinya terkena imbas status’awas’ Gunung Agung. Hal itu dirasakan oleh beberapa desa yang ada di Bumi Panji Sakti. Betapa tidak, akibat kelangkaan material untuk pembangunan seperti pasir berpengaruh terhadap pemanfaatan dana desa.

Dalam bulan ini ternyata kedua dana desa akan cair. Namun dana tersebut terancam tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Pasalnya harga yang dicantumkan saat penyusunan anggaran kini mengalami lonjakan yang snagat tingi. Bukan hanya itu status awas Gunung Agung menjadikan para penambang tidak bernai memasuki kawasan rawan hingga material menjadi langka.

Seperti yang diungkapkan Kades Bakti Seraga, Kecamatan Buleleng Gusti Putu Armada mengaku bingung akan kondisi yang terjadi saat ini.”Dalam profosal yang kami cantumkan harga seluruh material yang akan dibutuhkan namun sekarang harga material yang terjadi sangat melonjak tinggi sehingga kami tidak bisa menggunakan dana itu lantaran material yang kami butuhkan tidak sesuai dengan harga material sekarang,” ucapnmya.

Di satu sisi kedua Dana Desa akan cair. Program pembangunan pun sudah disetujui oleh masyarakat untuk segera dilaksnaakan. Namun harga material yang melambung tinggi hingga tigakalii lipat bahkan  kelangkaan material menjadikan persoalan baru yang harus segera diselesaikan.”Karena harga material ini yang menjadikan penghambat dalam pembangunan yang kami ajukan melalui profosal kemarin sehingga kami menjadi bingungdan harus bagaimana menyikapi semua ini,” lanjutnya.

Jika pekerjaan itu digarap dipastikan akan terjadi pengurangan volume. Sedangkan jika tidak digarap dana desa itu akan menjadi sisa lebih penggunaan anggaran atau SILPA. Armada mengibaratkan kondisi saat ini ibarat ayam  bertelur di padi mati kelaparan.”Kalau kami melakukan penggarapan tentu anggaran yang kami ajukan dengan anggaran yang kami butuhkan sangat jauh kurang dan bila dibiarkan ya tentu kami menjadi salah juga,” tuturnya.

Armada berharap Bupati Buleleng mengeluarkan peraturan bupati sebagai landasan dalam mengelola dana desa untuk pembangunan infrastruktur ditengah meningkatnya harga material saat ini. ”Yang menjadi harapan kami ya adanya peraturan dari pemerintah daerah utamanya dari pak bupati agar bisa mengeluarkan Perbup penyesuaian ditengah terjadinya peningkatan harga material yang terjadi,”harapnya.

Dikonfirmasi terpisah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengaku akan segera membahas persoalan tersebut bersama Kades dan Dinas PMD.”Kami juga sudah memikirkan dengan adanya hal itu dan dalam waktu dekat kami juga akan segera berunding dengan melakukan rapat dengan seluruh kades atau kepala desa yang ada,” aku Suradnyana.

Salah satu solusi yang mungkin ditempuh adalah mengurangi volume pekerjaan. Itupun harus sesuai dengan prosedur didasarkan surat Gubernur bali serta dari BKP dan kejaksaan. Hal ini perlu agar tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.”Ya dengan adanya itu kami juga mempunyai ancang-ancang untuk mengurangi volume pekerjaan namun hal itu harus penyesuaian dari Gubernur dan kejaksaan sehingga nantinya tidak ada persoalan dibelakang,” tegas Suradnyana saat dikonfirmasi, Rabu (18/10). W–008