JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG

SINGARAJA-fajarbali.com | Perbekel Desa Dencarik, Kecamatan Banjar I Made Suteja yang juga sebagai Ketua Forkomdeslu Kabupaten Buleleng, Selasa (7/11) sore terpaksa masuk bui lantaran diduga telah melakukan korupsi dengan menyelewengkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Dencarik, Kecamatan Banjar tahun 2015 dan 2016 silam.

Dalam kedatangan Suteja ke Kejaksaan Negeri Singaraja yang terletak di Jalan Dewi Sartika Singaraja itu awalnya menjadi saksi guna memberikan keterangan pengelolaan dana APBDes Desa Dencarik. Disaat menjalankan pemeriksaan, status Suteja langsung ditingkatkan menjadi tersangka dan langsung dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Singaraja.

Sekira pukul 18.15 wita Suteja langsung diantar menuju lapas Singaraja untuk menjalani penahanan titipan Kejaksaan Singaraja. Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan, Perbekel Suteja sebenarnya semenjak awal tahun 2017 lalu menjadi target Kejaksaan namun lantaran beberapa berkas dan bukti yang dinilai kurang akhirnya Suteja baru bisa ditahan.

Dalam proses penyelidikan yang dilakukan kejaksaan, diduga Suteja melakukan penyelewengan dana APBDes tahun anggaran 2015 dan 2016 senilai sekitar Rp 149 juta. Penyelewengan dana itu meliputi sejumlah kegiatan. Mulai dari lomba desa, bantuan sosial, maupun kegiatan lainnya.

Kasi Pidsus Kejari Singaraja, Indra Harvianto Saleh tak memberikan penjelasan secara mendetail terkait kasus yang menjerat Suteja. Indra hanya menyampaikan bahwa kasus  terkait dengan pengelolaan APBDes di Desa Dencarik.

”Ia saudara Suteja ditahan lantaran diduga telah menyelewengkan dana APBDes tahun 2015 dan tahun 2016 silam. Karena statusnya tersangka kasus korupsi ya kami tahan,” jelasnya dengan singkat.

Sementara itu tersangka I Made Suteja, melalui kuasa hukumnya Indah Elsya menyatakan penahanan yang dilakukan kejaksaan terlalu dini. Dalam beberapa kali kasus korupsi, biasanya kejaksaan baru melakukan penahanan menjelang proses pelimpahan kasus.

”Kalau saya lihat dalam penahanan yang dilakukan Kejaksaan terhadap klain kami terlalu dini. Dimana yang kami tau beberapa kasus korupsi bisa ditahan bila menjelang pelimpahan kasus kalau sekarang sangat dini,”tutur Indah.

Dengan adanya hal itu Indah mengaku akan segera melayangkan permohonan penangguhan terhadap klainnya.”Karena penahanan terhadap klain kami terlalu dini ya kami sebagai kuasa hukumnya wajib memohon penangguhan penahanan kepada Kejaksaan Singaraja,” tuturnya lagi. Bahkan jelas Indah bahwa kliennya diduga melakukan korupsi dengan kerugian negara sekitar Rp 149 juta. Kerugian itu berasal dari sejumlah kegiatan yang dilakukan di Desa Dencarik sepanjang tahun 2015 dan 2016 lalu.”

Mungkin baru itu tapi nanti dalam persidangan kita lihat kan semuanya dibuka,” tutupnya. Setelah ditahannya Perbekel Suteja pengamatan dirumahnya tampak lengang. Pintu pagar yang terbuat dari besi dengan tinggi kurang lebih dua meter itu Nampak tertutup rapat hanya terbuka sedikit sebagai tempat keluar masuk rumah.(gus)