JA Teline V - шаблон joomla Форекс
19
Thu, Oct
61 New Articles

BULELENG
Typography

SINGARAJA – Fajar Bali | Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Singaraja, Rabu (11/12) mendadak ramai diserbu puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 5 Panji, Kecamatan Sukasada yang mengalami keracunan. Sekitar 31 siswa SDN 5 Panji harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami keracunan usai menyantap nasi yang dijual di kantin sekolah.

 Menurut informasi para siswa yang biasanya tiba disekolah pagi langsung menuju kantin guna membeli nasi bungkus guna sarapan. Dimana nasi bungkus dengan harga Rp 2000 itu cukup untuk mengganjal perut para siswa hingga jam istirahan pertama. Namun sayang puluhan siswa yang sempat menyantap nasi bungkus yang isinya nasi, mie, telor dan sambel itu membuat para siswa mual-mual dan mengalami pusing yang disertai muntah akibat keracunan makanan. Terlihat puluhan siswa dari semua kelas yang ada di sekolah dasar itu datang ke IGD RSUD Singaraja dengan kondisi lemas guna mendapatkan perawatan medis.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa langsung datang ke IGD guna melihat secara langsung yang dialami para siswa keracunan.”Saat pagi sampai saya tiba di sekolah saya langsung membeli nasi yang ada di kantin sekolah. Usai saya makan nasi saya langsung menuju kelas guna mengikuti pelajaran tapi sampai di kelas saat saya belajar saya merasakan pusing dan mual-mual kemudian saya muntah. Terus saya diajak ke sini (IGD-red),” ungkap Kadek Rian, siswa kelas 5 yang menjadi korban keracunan.

Nyoman Surya Kencana siswa kelas 4 yang juga menjadi korban keracunan, mengaku, membeli nasi bungkus yang berisi mie goreng di kantin sekolah disaat jam istirahat sekolah. Setelah itu, Surya pun merasakan pusing dan muntah.”Ya saat itu saya membeli nasi seusai jam istirahat pertama kemudian saya mengalami pusing dan muntah,”akunya.

Salah satu orang tua siswa Gusti Ayu Ariani sempat kaget karena melihat ada ambulance yang datang ke sekolah, mengingat jarak rumahnya dan sekolah cukup dekat. Ia pun langsung mendatangi anaknya untuk mengetahui kondisinya. Sampai disekolah pihaknya juga melihat kalau anaknya mengalami lemas dengan muntah-muntah.

Kepala SDN 5 Panji Kecamatan Sukasada Gusti Bagus Ngurah Suradnyana menjelaskan, kantin yang ada di sekolah tersebut dikelola secara bergantian oleh guru di sekolah setempat. Selama ini, sistemnya guru yang menyediakan makanan yang dijual, kemudian untuk menjual makanan dan mengelola dilakukan petugas jaga dikantin yang ditunjuk pihak sekolah.”Kalau hari ini, memang ada 50 nasi bungkus yang dijual, dan semuanya habis terjual. Itu memang system kantinnya guru sebagai penyedia makanan, kalau petugas kantin itu ada orang yang ditunjuk,” Jelasnya.

Kejadian itu diketahui pertama kali sekitar pukul 08.30 wita. saat itu ada satu orang siswa kelas satu yang mengalami pusing dan mutah muntah. Siswa itu pun langsung dilarikan ke RSUD Buleleng.”Memang sebagian besar ada anak-anak yang masuk lebih pagi, dan sebelum masuk kelas anak anak biasa belanja dulu. Kejadiannya itu awalnya ada satu orang yang pusing dan muntah. Kamudian ada banyak siswa yang mengalami gejala yang sama,”Ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Buleleng untuk melakukan pengecekan terhadap makanan yang dijual di kantin sekolah tersebut. Pengecekan itu dilakukan dengan mendatangi rumah guru yang menjadi penyedia makanan yang dijual dikantin sekolah.”Sementara dugaannya belum bisa disampaikan, karena masih di cek oleh Dinas Kesehatan ke rumah yang menjual nasi. Untuk memastikan makanan apa yang kira-kira menjadi penyebab keracunan ini,” ujar Suyasa, sembari mengingatkan sekolah untuk lebih memperhatikan kesehatan makanan yang dijual di kantin sekolah. Apalagi, peristiwa keracunan yang terjadi kali ini kata Suyasa merupakan peristiwa ke tiga di tahun 2017. W–008